Kebaikanmu Adalah Sebab Hidayah Bagi Orang Lain

    0
    66

    Ihsan atau berbuat baik kepada orang lain dapat dilakukan dengan beragam cara. Tidak selalu dengan materi dan harta. Bahkan senyuman pun bisa menjadi kebaikan dan pahala. Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda :

    لَا تَحْقِرَنَّ مِنَ الْمَعْرُوفِ شَيْئًا، وَلَوْ أَنْ تَلْقَى أَخَاكَ بِوَجْهٍ طَلْقٍ

    “Janganlah sedikitpun kalian meremehkan perbuatan baik meskipun itu hanya melemparkan senyuman kepada saudaramu”. (H.R.Muslim)

    Hadits di atas adalah ajuran bagi setiap muslim untuk tidak memandang kecil apapun potensi kebaikan yang bisa ia berikan kepada orang lain. Karena terkadang berbuat baik kepada orang lain meskipun dengan cara yang sederhana dan terlihat kecil justeru bisa menjadi penyebab bagi orang lain untuk mendapatkan hidayah dari Allah Ta’ala.

    Dalam sebuah hadits yang cukup panjang yang diriwayatkan oleh Imam Al Bukhari dan juga Imam Muslim, bahwasanya suatu ketika Rasulullah shallallahu alaihi wasallam mengutus pasukannya ke Negeri Nejd. Lalu sekembalinya pasukan tersebut dari negeri Nejd, mereka membawa serta seorang laki-laki bernama Tsumamah Ibn Atsal. Lalu mereka pun mengikatnya di salah satu tiang masjid. Dan ketika Rasulullah shallallahu alaihi wasallam masuk ke masjid dan mendapatkan Tsumamah berada di masjid, Beliau pun shallallahu alaihi wasallam bertanya kepada Tsumamah :”Wahai Tsumamah, menurutmu apa kira-kira yang akan aku lakukan terhadapmu?”. Lalu Tsumamah menjawab : “Wahai Muhammad, jika engkau membunuhku maka sesungguhnya engkau membunuh seseorang yang mulia ditengah-tengah kaumnya, dan apabila engkau berbuat baik kepadaku (dengan membebaskanku) maka sesungguhnya engkau berbuat baik kepada seseorang yang pandai berterimakasih, dan apabila engkau menginginkan harta maka mintalah harta sebanyak yang engkau mau karena niscaya pasti akan aku penuhi.”. Mendengar Jawaban dari Tsumamah tsumamah tersebut, Rasulullah shallallahu alaihi wasallam pun kemudian pergi meninggalkan Tsumamah. Pada keesokan harinya Rasulullah kembali menemui Tsumamah dan bertanya dengan pertanyaan yang sama seperti hari sebelumnya. Tsumamah pun menjawab pertanyaan tersebut sebagaimana jawabannya pada hari sebelumnya. Dan hal ini berlangsung selama tiga hari sampai kemudian pada puncaknya Rasulullah shallallahu alaihi wasallam memerintahkan para sahabatnya untuk membebaskan Tsumamah. Lalu Tsumamah pun keluar dari masjid dan segera menuju ke sebuah kebun lalu ia pun mandi di kebun tersebut. Setelah itu, ia pergi menemui Rasulullah shallallahu alaihi wasallam seraya mengikrarkan keislamannya denga mengucapkan dua kalimat syahadat dengan penuh keikhlasan.

    Kisah tersebut adalah penyemangat bagi kita semua dalam melakukan kebaikan. Bahwa kebaikan yang kita lakukan sejatinya adalah benih kebaikan pula bagi orang lain. Kebaikan Rasulullah untuk membebaskan Tsumamah melahirkan kebaikan bagi Tsumamah dengan keislamannya. Kebaikan akan melahirkan kebaikan yang lainnya, baik bagi si pelaku kebaikan maupun bagi orang yang mendapatkan kebaikan tersebut.

    Wallahua’lam

    ✍️ Penulis : Ustadz Rafael Afrianto, Lc
    Tim Rubrik Kajian Ilmiyah Al Binaa Menyapa