“Ada Gak Dalam Al Quran?”

Diantara rahmat Allah kepada hamba Nya adalah ketika Ia menurunkan Al Quran sebagai petunjuk hidup bagi mereka. Karunia Allah itu, tidak berhenti sampai di situ saja. Ia lantas utus Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam sebagai rasul Nya untuk menjelaskan Al Quran yang telah Ia turunkan sebagai petunjuk bagi manusia.

Jabaran Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam terhadap penjelasan global dalam Al Quran dinamakan hadits. Al Quran dan hadits adalah satu paket yang tidak terpisah. Keduanya adalah sumber hukum Islam.

Di dalam Al Quran ada perintah untuk berhaji, jabarannya disebutkan dalam hadits. Haji yang diperintahkan di dalam Al Quran adalah haji yang jabarannya disebutkan dalam hadits.

Di dalam Al Quran ada larangan melakukan praktek riba, jabarannya disebutkan dalam hadits. Jabaran riba dan jenis-jenisnya yang disebutkan di dalam hadits itulah yang dimaksud dengan riba yang dilarang di dalam ayat yang menyebutkan larangan global melakukan praktek riba.

Demikianlah juga shalat. Di dalam Al Quran ada perintah melaksanakan shalat. Shalat-shalat apa saja yang diwajibkan?, kapan waktu-waktu pelaksanaannya?, bagaimana cara melaksanakannya?. Seluruhnya dijabarkan di dalam hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Shalat wajib yang dijabarkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam hadits, itulah shalat yang disebutkan dalam Al Quran. Allah berfirman:

إِنَّ ٱلصَّلَوٰةَ ‌كَانَتۡ ‌عَلَى ‌ٱلۡمُؤۡمِنِينَ كِتَٰبٗا مَّوۡقُوتٗا

“Sesungguhnya shalat itu adalah kewajiban orang-orang beriman yang telah ditentukan waktu-waktu pelaksanaannya.” (An Nisaa; 103). Shalat wajib yang disebutkan dalam ayat ini, itulah shalat wajib yang dijabarkan dalam hadits, yaitu shalat lima waktu. Allah berfirman:

أَقِمِ ٱلصَّلَوٰةَ ‌لِدُلُوكِ ٱلشَّمۡسِ إِلَىٰ غَسَقِ ٱلَّيۡلِ وَقُرۡءَانَ ٱلۡفَجۡرِۖ إِنَّ قُرۡءَانَ ٱلۡفَجۡرِ كَانَ مَشۡهُودٗا

“Laksanakanlah salat sejak matahari tergelincir sampai gelapnya malam dan (laksanakan pula salat) Subuh. Sungguh, salat subuh itu disaksikan (oleh malaikat).” (Al Israa: 78). Dalam ayat ini ada perintah melaksanakan shalat. Shalat yang diwajibkan dalam ayat ini, itulah shalat wajib yang dijabarkan secara detail dalam hadits, yaitu shalat lima waktu.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah ditanya oleh seorang tentang shalat-shalat yang wajib dilaksanakannya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda;

خَمْسُ صَلَوَاتٍ فِي الْيَوْمِ وَاللَّيْلَةِ

“Lima shalat sehari semalam”. (HR. Bukhari). Demikianlah shalat lima waktu yang diwajibkan atas setiap muslim. Disebutkan dalam hadits, dan itu pulalah yang dimaksud dari kata “as shalaah” pada dua ayat yang berisi perintah untuk melaksanakannya.

Abu Razin berkata, Naafi’e bin Azraq pernah mendebat Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma, Naafie berkata;

هل تجد الصلوات الخمسَ في القرآن؟ فقال: نعم. ثم قرأ عليه (فسبحان الله حين تمسون وحين تصبحون) المغرب والفجر (وعشيا) العصر (وحين تظهرون) الظهر قال (ومن بعد صلاة العشاء)

Adakah perintah shalat lima waktu disebutkan dalam Al Quran?. Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma berkata; Ia ada. Kemudian beliau membaca firman Allah dalam surah Ar Ruum, ayat 17-18, “Maka bertasbihlah kepada Allah pada petang hari dan pada pagi hari”, Ibnu ‘Abbas berkata: maksudnya shalat maghrib dan shalat subuh. Kemudian beliau meneruskan bacaan ayat itu, “dan segala puji bagi-Nya baik di langit, di bumi, pada waktu asyiyyan“, yaitu shalat Ashar. Kemudian beliau kembali meneruskan bacaan ayat itu, “dan pada waktu zuhur”, yaitu shalat dzhuhur. Setelah itu, beliau membaca firman Allah dalam surah An Nuur, ayat 58, “(Satu diantara tiga waktu yang diperintahkan bagi seorang anak minta izin ketika akan menemui orang tuanya di kamar pribadinya adalah) dan setelah shalat Isya.”. Demikian jawaban Ibnu ‘Abbas kepada mereka yang bertanya, “Adakah perintah shalat lima waktu disebutkan dalam Al Quran?”.

 

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: