Adab Kepada Yang Lebih Tua

Setiap orang tua tentu menginginkan agar anaknya menjadi pribadi yang memiliki sifat-sifat yang terpuji, akhlaq yang mulia dan adab (tata krama) yang baik (sopan).

Untuk mencetak pribadi-pribadi yang seperti ini tentu membutuhkan waktu dalam pendidikannya. Maka pendidikan sopan santun harus ditanamkan semenjak dini. Diantara sopan santun yang harus ditanamkan sejak dini adalah bagaimana cara bermuamalah (bersikap) terhadap orang tua atau yang lebih tua.

Dalam hal ini, imam Bukhari rahimahullah membawakan sebuah atsar dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu;

أَنَّه أَبْصَرَ رَجُلَيْنِ. فَقَالَ لِأَحَدِهِمَا: مَا هَذَا مِنْكَ؟ فَقَالَ: أَبِي. فَقَالَ: لَا تُسَمِّهِ بِاسْمِهِ، وَلَا تَمْشِ أمامه، ‌ولا ‌تجلس ‌قبله

“Beliau pernah melihat dua orang. Beliau bertanya kepada salah satu dari keduanya; siapa ini ?. Orang itu menjawab; beliau adalah ayahku. Abu Hurairah berkata; jangan engkau memanggilnya dengan langsung menyebut namanya, jangan engkau berjalan mendahuluinya, dan jangan engkau duduk sebelumnya.”. (Al adab al mufrad). Disebutkan juga oleh imam At Thabraani dalam “al Mu’jam al Ausath” sebuah riwayat dari Aisayh radhiyallahu ‘anha, beliau berkata :

أتي رسول الله رجل ومعه شيخ فقال له: يا فلان من هذا معك ؟ قال: أبى. قال: فَلَا ‌تَمْشِ ‌أَمَامَهُ، ‌وَلَا ‌تَجْلِسْ ‌قَبْلَهُ، وَلَا تَدْعُهُ بِاسْمِهِ، وَلَا تَسْتَسِبَّ لَهُ

Aisyah Radhiyallahu anha meriwayatkan bahwa ada seseorang yang datang menemui Rasulullah shollallahu alaihi wa sallam sambil membawa orang tua.  Rasulullah shollallahu alaihi wa sallam kemudian bertanya kepadanya, “Wahai Fulan, siapakah yang bersamamu ini?”. Orang tersebut menjawab: “Beliau adalah ayahku.”. Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata, “ kalau begitu, janganlah kamu berjalan di depannya (mendahuluinya), jangan engkau duduk sebelum orang tuamu duduk, janganlah memanggilnya dengan namanya dan jangan melakukan perbuatan yang membuat ayahmu mencelamu (memarahimu). (Dinyatakan oleh syaikh Al Baani rahimahulullah sebagai hadits dha’if)

Dua keterangan ini mengajarkan bagaimana bersikap terhadap yang lebih tua, baik itu orang tua sendiri, masyarakat dan juga terhadap guru. Tanamkanlah adab-adab ini dalam diri kita dan juga anak-anak, bahwa:

👉 Kalau berjalan bersama-sama jangan berjalan mendahului orang tua

👉 Persilahkan orang tua untuk duduk terlebih dahulu

👉 Tidak boleh memanggil orang tua dengan menyebut namanya langsung termasuk dalam menyebut nama guru.

👉 Menjaga perilaku di hadapan orang tua, jangan melakukan hal-hal yang memancing orang tua untuk marah dan menegur.

Semoga Allah senantiasa membimbing kita menuju kehidupan yang lebih baik.

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: