Agenda Spesial Di Sepertiga Akhir Yang Spesial

    0
    300

     

    Ramadhan, bulan bertabur berkah, hari ini telah memasuki hari ke-20. Dua pertiga dari bulan mulia ini telah berlalu dari kita.

    Di tengah riuh kabar tentang wabah yang melanda, di tengah kegelisahan hati menghadapi hari-hari sulit di masa ujian ini, mungkin tidak sedikit dari kita yang larut dalam suasana itu dan sedikit menjadi lupa bahwa kurang lebih 10 hari lagi Ramadhan akan berlalu meninggalkan kita.

    Waktu-waktu berkah yang tersisa, sungguh sangat sayang jika akan terlewat begitu saja dan menjadi senyap dengan geliat waktu di masa pandemi ini. Olehnya itu, pada rubrik sederhana ini, kembali akan diingatkan tentang beberapa agenda spesial yang mungkin dapat kita lakukan di sepuluh hari terakhir di bulan mulia ini, di masa Allah melatih kita dengan ujian yang lebih dari tahun-tahun sebelumnya.

    1. Shalat tarwih

    Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda;

    من قام مع الإمام حتى ينصرف كٌتب له قيام ليلة

    “Barangsiapa berdiri melaksanakan shalat di malam hari bersama imam hingga sang imam itu selesai dari shalatnya, niscaya akan dicatat baginya pahala seorang yang berdiri semalaman melaksanakan shalat.”. (HR. Tirmidzi). Demikianlah keutamaan yang akan didapatkan bagi mereka yang melaksanakannya di masjid bersama imam, maka bagaimana lagi keutamaan yang akan didapatkan bagi mereka yang melaksanakannya di rumah -khususnya di masa pandemi seperti saat ini-, sementara Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda;

    خَيْرُ صَلَاةِ الْمَرْءِ فِي بَيْتِهِ إِلَّا الْمَكْتُوبَةَ

    “Sebaik-baik shalat seseorang adalah shalat yang dilakukannya di rumah, kecuali shalat wajib.”. (HR. Ibnu Khuzaimah). Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda;

    مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا، غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

    “Barangsiapa melaksanakan shalat malam di bulan Ramadhan karena iman dan berharap pahala dari Allah, maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.”. (HR. Bukhari)

    1. Sedekah

    Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda;

    أفضل الصدقة في رمضان

    “Semulia-mulia sedekah adalah yang dilakukan di bulan Ramadhan.” (HR. Tirmidzi). Olehnya, Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma berkata;

    كان صلى الله عليه وسلم أجود الناس وكان أجود ما يكون في رمضان، كان أجود بالخير من الريح المرسلة

    “Rasulullah adalah sosok yang sangat dermawan. Dan ketika tiba bulan Ramadhan, Beliau akan lebih dermawan lagi. Bahkan kebaikan Beliau melebihi angin yang berhembus membawa keberkahan.”. (HR. Bukhari)

    1. Memberi buka puasa

    Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda :

    مَنْ فَطَّرَ صَائِمًا، كُتِبَ لَهُ مِثْلُ أَجْرِهِ، إِلَّا أَنَّهُ لَا يَنْقُصُ مِنْ أَجْرِ الصَّائِمِ شَيْءٌ

    “Barangsiapa memberi buka puasa bagi orang yang berpuasa, maka baginya pahala orang yang berpuasa itu, tanpa mengurangi sedikitpun pahala orang yang berpuasa tersebut.”. (HR. Ahmad).

    Pahala orang yang berpuasa itu, hanyalah Allah yang menghingganya. Maka bagaimana jika ia juga memberi buka puasa kepada satu saudaranya yang berpuasa ?. Dan bagaimana lagi jika ia menyiapkan buka puasa kepada banyak saudaranya yang berpuasa ?. Dan bagaimanakah pahala yang akan didapatnya jika ia memberi makan kepada saudara-saudaranya yang berpuasa di waktu mereka sangat membutuhkan uluran tangan saudaranya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda;

    مِنْ أَفْضَلِ الْعَمَلِ إِدْخَالُ السُّرُورِ عَلَى الْمُؤْمِنِ

    “Diantara amalan yang paling baik adalah memberi kegembiraan kepada saudara semuslim.”. (HR. Baihaqi)

    1. Membaca dan tadabbur Al Quran

    Bulan Ramadhan adalah bulan diturunkannya Al Quran. Olehnya, Rasulullah shallallahu alaihi wasallam mengkhususkannya sebagai bulan untuk kembali mengkhatamkan Al Quran bersama Jibril. Setiap malam Jibril datang menemui Rasulullah shallallahu alaihi wasallam untuk membaca Al Quran secara bergantian dengan Beliau. (HR. Ahmad)

    1. Senantiasa membasahi lisan dengan dzikir

    Allah berfirman :

    يا أَيُّهَا الَّذينَ آمَنُوا اذكُرُوا اللَّهَ ذِكرًا كَثيرًا

    “Wahai orang-orang yang beriman! Ingatlah kepada Allah, dengan mengingat (nama-Nya) sebanyak-banyaknya.”. (Al Ahzaab; 41). Mempelajari ritual-ritual agama yang disyariatkan akan didapati bahwa tidaklah Allah mewajibkan satupun ritual kepada hamba melainkan Ia akan membatasinya dengan batasan tertentu, dan akan dimaafkan bagi mereka yang karena udzur tidak bisa melakukannya; kecuali satu jenis ibadah yaitu dzikir. Olehnya ketika seorang arab badui datang mengeluhkan banyaknya syari’at yang harus dijalaninya dalam agama ini, dan lantas ia meminta diajari satu amalan yang bisa dilakukannya secara mudah dan kontinyu serta mencukupi seluruh amalan yang dikeluhkannya itu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda;

    لَا يَزَالُ لِسَانُك رَطْبًا مِنْ ذِكْرِ اللَّهِ

    “Jangan lepas membasahi lisanmu dengan dzikir kepada Allah.”. (HR. Ahmad)

    1. Menghidupkan malam-malam Ramadhan dengan ibadah untuk menjaga lailatul qadr

    Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda;

    من قام ليلة القدر إيماناً واحتساباً غُفر له ما تقدم من ذنبه

    “Barangsiapa secara ikhlas dan mengharap pahala melaksanakan shalat di malam kemuliaan (lailatul qadr), niscaya akan diampuni dosa-dosanya yang terdahulu.”. (HR. Bukhari dan Muslim)

    1. Memperbanyak doa

    Khususnya di saat berbuka dan sepertiga malam terakhir. Allah berfirman :

    وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ فَلْيَسْتَجِيبُوا لِي وَلْيُؤْمِنُوا بِي لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ

    “Dan apabila hamba Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka katakan kepadanya; sesungguhnya Aku ini dekat. Aku mengabulkan permintaan hamba Ku yang berdoa kepada Ku. Maka hendaknya mereka menjawab seruan Ku dan beriman kepada Ku. Dengan itu, mereka akan mendapatkan petunjuk.”. (al Baqarah; 186)

    Ayat yang berisi perintah untuk berdoa ini, Allah letakkan di sela-sela ayat tentang hukum-hukum terkait dengan puasa sebagai isyarat bahwa bulan ini adalah bulan untuk memperbanyak doa. Rasulullah -shallallahu ‘alaihi wa sallam- bersabda;

    إِنَّ لِلَّهِ عُتَقَاءَ فِي كُلِّ يَوْمٍ وَلَيْلَةٍ لِكُلِّ عَبْدٍ مِنْهُمْ دَعْوَةٌ مُسْتَجَابَة

    “Sesungguhnya Allah ta’ala -di bulan Ramadhan- mempunyai orang-orang yang akan Ia bebaskan dari api neraka pada setiap siang dan malam hari, dan setiap mereka memiliki doa yang akan dijawab.”. (HR. Ahmad).

    Demikian beberapa agenda menarik, bermanfaat dan penuh keberkahan, di hari-hari spesial ini, Allah tawarkan bagi para perindu Ramadhan. Dan pada akhirnya kita berharap, semoga Allah melindungi kita agar tidak masuk dalam golongan mereka yang didoakan oleh Jibril ‘alaihissalam;

    شَقي عَبدٌ أَدركَ رمضانَ فانسَلخَ مِنهُ ولَم يُغفَر لَه

    “Semoga kecelakaan menimpa seorang yang telah lepas Ramadhan, lantas dosa-dosanya belum terampuni.”. (HR. Bukhari), dan kemudian Rasulullah mengaminkannya. Namun kita berharap semoga Ia menjadikan kita sebagai satu diantara orang-orang yang Ia bebaskan dari api neraka di bulan mulia ini.

    Allahu yuwaffiqukum wa yubaarik laakum wal hamdulillahi Rabbil ‘Aalamiin.

     

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here