Aku Selalu Mengingat Mu

Ibunya kaum mukminin, ummu Abdillah Aisyah binti Abu Bakr as shiddiiq rodhiyallahu anhumaa berkata:

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَذْكُرُ اللَّهَ عَلَى كُلِّ أَحْيَانِهِ

“Bahwa Rosulullah shollallahu alaihi wasallam berdzikir (mengingat Allah) dalam setiap keadaannya.”. (Diriwayatkan oleh imam Muslim). Imam Ibnu Rojab rahimahullah berkata, maknanya bahwa Beliau shollallahu alaihi wasallam berdzikir (mengingat Allah) dalam keadaan berdiri, berjalan, duduk, dan berbaring; baik dalam keadaan suci ataupun dalam keadaan berhadats.”. (Jaami al uluum wal hikam, hadits ke-5). Allah Taala berfirman:

إِنَّ فِي خَلْق السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَاخْتِلافِ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ لَآياتٍ لِأُولِى الألباب (190) الَّذِينَ يَذْكُرُونَ اللَّهَ قِيَاماً وَقُعُوداً وَعَلَى جُنُوبِهِمْ

“Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal, yaitu orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring.” (Ali imron: 191), maksudnya bahwa mereka berdzikir (mengingat Allah) dalam setiap keadaan; berdiri, duduk dan berbaring.

Hal yang perlu dicatat bahwa berdzikir kepada Allah azza wa jalla ada dua macam:

Pertama; dzikir muthlaq di setiap waktu.

Dzikir jenis inilah yang disyariatkan bagi manusia dalam setiap keadaannya. Demikian nabi sholallahu alaihi wasallam mewasiatkan hal ini kepada seseorang yang mengatakan bahwa syariat islam itu begitu banyak bagiku, maka berikanlah aku wasiat akan satu jenis amalan (yang mudah) untuk aku lakukan secara kontinyu, Beliau sholallahu alaihi wasallam menjawab:

لا يزال لسانك رطبا من ذكر الله

“Senantiasa lisanmu basah dengan berdzikir kepada Allah”. (Dishohihkan oleh Syaikh Al Baani). Aisyah rodhiyallah anhaa  berkata: “Nabi shollallahu alaihi wasallam berdzikir kepada Allah dalam setiap keadaannya”, yakni setiap saat.

Demikianlah jenis dzikir ini (dzikir muthlaq); tidak terkait dengan bilangan, waktu dan keadaan tertentu; semakin banyak, tentu Allah pun akan semakin banyak memberi pahala Nya.

Kedua; dzikir muqoyyad

Dzikir jenis ini (terikat) dengan jumlah bilangan tertentu atau terkait dengan keadaan tertentu. Diantara contohnya adalah dzikir-dzikir di dalam sholat, ketika ruku dan sujud dan setelah salam, dzikir-dzikir ketika masuk dan keluar rumah, dzikir-dzikir ketika masuk dan keluar masjid, dzikir-dzikir ketika mau tidur dan bangun tidur, dzikir-dzikir ketika naik kendaraan, dan masih banyak lagi yang Allah syariatkan bagi hamba-hamba Nya agar mereka selalu dalam keadaan berdzikir (mengingat) Allah Azza wajalla.

Kesimpulannya bahwasanya Allah Taala telah mensyariatkan bagi hamba-hamba Nya dzikir-dzikir yang mana jika mereka menjaganya maka itu akan menjadikan mereka masuk dalam golongan ulul albaab (orang-orang yang berakal), yaitu mereka yang senantiasa berdzikir (mengingat Allah); baik dalam keadaan berdiri, duduk dan berbaring.

Semoga Allah Taala Menjadikan kita orang-orang yang selalu berdzikir mengingat Allah Taala … Waffaqonallahu wa iyyaakum likulli khoir.

 

✍️ Penulis : Ustadz Abul Mauludi

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: