Al Mujaahiruun

    0
    77

    Dosa dan maksiat adalah hal yang pasti akan mendatangkan keburukan di dunia dan di akhirat. Menjelaskan hal itu, Allah berfirman :

    فَكُلًّا أَخَذْنَا بِذَنبِهِ ۖ فَمِنْهُم مَّنْ أَرْسَلْنَا عَلَيْهِ حَاصِبًا وَمِنْهُم مَّنْ أَخَذَتْهُ الصَّيْحَةُ وَمِنْهُم مَّنْ خَسَفْنَا بِهِ الْأَرْضَ وَمِنْهُم مَّنْ أَغْرَقْنَا ۚ وَمَا كَانَ اللَّـهُ لِيَظْلِمَهُمْ وَلَـٰكِن كَانُوا أَنفُسَهُمْ يَظْلِمُونَ

    Maka masing-masing (mereka itu) Kami azab karena dosa-dosanya, di antara mereka ada yang Kami timpakan kepadanya hujan batu kerikil, ada yang ditimpa suara keras yang mengguntur, ada yang Kami benamkan ke dalam bumi, dan ada pula yang Kami tenggelamkan. Allah sama sekali tidak hendak menzalimi mereka, akan tetapi merekalah yang menzalimi diri mereka sendiri. (Al Ankabuut; 40)

    Hal terburuk dari maksiat dan dosa yang dilakukan oleh seorang adalah ketika ia mengekspose dosa dan maksiat itu ke public, yaitu dengan melakukannya secara terang-terangan; atau ia melakukannya secara privat, Allah menutupnya hingga tidak seorang pun mengetahuinya, tetapi justru ia yang kemudian mempublishnya dan menyingkap tabir Allah dari dosa yang dilakukannya secara privat itu. Allah berfirman : 

    لَّا يُحِبُّ اللَّـهُ الْجَهْرَ بِالسُّوءِ مِنَ الْقَوْلِ إِلَّا مَن ظُلِمَ ۚ وَكَانَ اللَّـهُ سَمِيعًا عَلِيمًا

    Allah tidak menyukai perkataan buruk, (yang diucapkan) secara terus terang kecuali oleh orang yang dizalimi. Dan Allah Maha Mendengar, Maha Mengetahui. (An Nisaa; 148). Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda;

    كلُّ أُمَّتي معافًى إلا المجاهرين، وإنَّ من المجاهرة أن يعمل الرَّجلُ بالليل عملاً، ثم يصبح وقد ستره الله عليه، فيقول: يا فلان، عملتُ البارحة كذا وكذا، وقد بات يستره ربُّه، ويُصبِح يكشف سترَ الله عنه

    “Seluruh ummatku akan diampuni kecuali “al mujaahiruun”. Diantara bentuk perbuatannya adalah dia melakukan kejahatan di malam hari. Ketika pagi menyingsing, Allah tutup perbuatan itu (dari orang-orang). Namun ia berkata; “Wahai Fulan semalam aku telah melakukan ini dan itu”. Sungguh Allah telah menutupinya, tetapi ia sendiri yang merusak tirai itu di pagi harinya.”. (HR. Bukhari dan Muslim).

    Ulama berkata bahwa “al mujaaharah” dengan perbuatan dosa dan maksiat itu ada tiga bentuk;

    1. Mempertontonkan maksiat secara terang-terangan
    2. Dengan bangga dan tanpa ada perasaan bersalah mengabari orang-orang tentang perbuatan maksiat yang telah dilakukannya.
    3. Saling bertukan kabar di wilayah public dengan para pelaku kejahatan tentang kejahatan yang mereka lakukan.

    Tentang para pelaku “al mujaaharah” ini, Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah berkata;      

    إن المظهر للمنكر يجب الإنكار عليه علانية، ولا تبقى له غيبة، ويجب أن يعاقَب علانية بما يردعه عن ذلك

    Orang yang mempublish kemungkarannya, wajib diingkari secara terang-terangan; tidak ada keharaman menggibahnya (dalam masalah itu); wajib untuk menghukumnya secara terang-terangan dengan hukuman yang bisa meninggalkan efek jera baginya. (Ghidzaul Al Baab)

    Imam An Nawawi rahimahullah berkata;

    إن من جاهر بفسقه أو بدعته، جاز ذكره بما جاهر به دون ما لم يجاهر به

    Orang yang mempublish maksiat dan perbuatan bid’ah yang dilakukannya, maka boleh mempublish apa yang telah dipublishnya (sebagai bentuk peringatan). (Fathul Baari, 10/487)

    Perbuatan mendemonstrasikan kemungkaran tentu adalah hal yang akan mendatangkan bencana di dunia, dan pasti merupakan hal yang sangat dimurkai oleh Allah. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda;

    في هذه الأمَّة خَسْفٌ ومَسْخ وقذف

    “Akan ada pada ummatku ini penenggelaman, pengubahan rupa dan penimpaan batu.”. Mendengar itu, seorang bertanya kepada Beliau, kapan hal itu terjadi wahai Rasulullah ?. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda;

    إذا ظهرتِ القَيْنات، والمعازف، وشُرِبت الخمور

    “Ketika penyanyi-penyanyi wanita telah tampil, alat music telah dimainkan secara legal, dan khamar telah menjadi minuman yang boleh dikonsumsi secara bebas.”. (HR. Tirmidzi). Allah berfirman;

    إِنَّ الَّذِينَ يُحِبُّونَ أَن تَشِيعَ الْفَاحِشَةُ فِي الَّذِينَ آمَنُوا لَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ

    Sesungguhnya orang-orang yang ingin agar perbuatan yang sangat keji itu tersiar di kalangan orang-orang yang beriman, mereka mendapat azab yang pedih di dunia dan di akhirat. (An Nuur; 19)

    Semoga Allah melindungi kita semua dari kejahatan orang-orang yang memusuhi Allah, Rasul Nya dan risalah mulia yang beliau emban.

     

    Lihat di : link ini