Al Muwaalaat Ketika Shalat

عَنْ بَقِيَّةَ، عَنْ بَحِيْر بن سَعْدٍ، عَنْ خَالِدِ بنِ مَعْدَانَ، عَنْ بَعْضِ أَصْحَابِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّم َ: أَن النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّم َ رَأَى رَجُلاً يُصَلِّي وَفِي ظَهْرِ قَدَمِهِ لُمْعَةٌ قَدْرَ الدِّرْهَمِ لَمْ يُصِبْهَا المـَاءُ فَأَمَرَهُ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّم َ أَنْ يُعِيْدَ الوُضُوءَ وَالصَّلَاةَ.

Dari Baqiyyah, dari Baḥir   Sa’ad, dari Khalid bin Ma’dan, dari beberapa sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melihat seseorang shalat dalam keadaan tapak kakinya bagian atas belum dicuci dengan air (ketika berwudu), berwarna putih seukuran mata uang dirham, sehingga Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan dia untuk berwudu kembali dan mengulangi salatnya. (HR. Baihaqi)

 

Beberapa pelajaran dari hadits ini :

1. Hadits ini merupakan dalil yang menunjukkan wajibnya menyampaikan air ke seluruh anggota wudhu yang wajib terkena air di saat wudhu.

2. Tidak sampainya air ke satu bagian anggota wudhu tersebut adalah hal yang dapat membatalkan wudhu itu. Olehnya dalam hadits Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memberi ancaman kepada mereka yang melalaikan tumitnya dengan tidak membasuhnya ketika wudhu, bahwa kelak mereka akan diadzab di dalam neraka.

3. Hadits ini juga merupakan dalil wajibnya muwaalaat ketika wudhu. Yang dimaksud dengan muwalaat adalah melaksanakan wudhu tanpa ada jeda ketika membasuh satu anggota wudhu dengan anggota wudhu berikutnya. Karena itu dinyatakan dalam hadits ini bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan sahabat yang tengah shalat sedang tidak tampak bekas air wudhu di tapak kakinya untuk mengulang wudhu dan shalatnya. Sahabat tadi tidak sekedar diperintah untuk membasuh tapak kakinya saja karena adanya jeda yang cukup lama antara akhir wudhunya dan mengulang membasuh kaki seandainya dibolehkan.

Namun jika jeda itu singkat, maka cukup baginya membasuh bagian yang luput itu. Contoh;

*) Jika ada seorang berwudhu dan lupa membasuh tangannya hingga siku. Ketika selesai wudhu, ia diingatkan oleh saudaranya akan bagian yang luput itu, maka pada saat itu kewajibannya adalah segera membasuh tangannya dan ia tidak wajib kembali mengulang wudhunya (hal demikian berlaku bagi mereka yang berpendapat bahwa tartib dalam berwudhu bukanlah merupakan hal yang wajib, sebagaimana telah diulas pada bahasan sebelum ini).       

*) Hal yang berbeda dinyatakan jika orang tersebut baru tersadar ketika ia tengah shalat. Saat itu, ia harus mengulang wudhu dan shalatnya, karena syarat sahnya wudhu adalah al muwalaat sebagaimana ditunjukkan dalam hadits dalam bahasan ini.

 

Wallahu a’lam bis shawaab

 

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: