Angan-Angan Duniawi Yang Tak Berujung

Berbicara tentang dunia adalah sesuatu yang tak akan pernah ada akhirnya. Sering kali keinginan dan impian melampaui kemampuan diri. Manusia cenderung bersikap tamak dengan kenikmatan dunia yang didapatkannya. Hari ini mendamba sepeda motor, tahun depan menginginkan mobil hadir di garasi rumahnya. Hari ini punya mobil, tahun depan berharap mengganti mobil dengan yang lebih bagus dan lebih mahal atau bahkan menambah koleksinya menjadi dua, tiga ataukah empat unit mobil. Sebuah mimpi dan angan-angan yang tak berujung. Ibarat meminum air laut, tak dapat menghilangkan dahaga namun justeru menambah rasa haus.

عَنْ عَبَّاسِ بْنِ سَهْلِ بْنِ سَعْد سَمِعْتُ ابْنَ الزُّبَيْرِ، عَلَى المِنْبَرِ بِمَكَّةَ فِي خُطْبَتِهِ، يَقُولُ: يَا أَيُّهَا النَّاسُ، إِنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَقُولُ: لَوْ أَنَّ ابْنَ آدَمَ أُعْطِيَ وَادِيًا مَلْئًا مِنْ ذَهَبٍ أَحَبَّ إِلَيْهِ ثَانِيًا، وَلَوْ أُعْطِيَ ثَانِيًا أَحَبَّ إِلَيْهِ ثَالِثًا، وَلاَ يَسُدُّ جَوْفَ ابْنِ آدَمَ إِلَّا التُّرَابُ، وَيَتُوبُ اللَّهُ عَلَى مَنْ تَاب

Artinya : “ Dari Abbas Ibn Sahl Ibn Sa’ad, Aku mendengar Ibn Az Zubair berkhutbah di atas mimbar khutbahnya berkata :”Wahai sekalian manusia, sesungguhnya Rasulullah shallalllahu alaihi wasallam bersabda : “Seandainya seorang anak Adam diberikan kepadanya danau yang dipenuhi emas maka niscaya ia akan mendambakan danau emas yang kedua. Jika yang kedua sudah ia dapatkan, maka niscaya ia akan mengharapkan yang ketiga. Tidak ada yang dapat menutup kerongkongan seorang anak adam melainkan tanah. Dan Allah mengampuni orang-orang yang bertaubat”.(H.R.Bukhari)

Sungguh, harta yang berada dalam kuasa kita saat ini pun adalah ujian dari Allah. Tak sedikit dari hamba Allah yang dahulunya adalah orang yang dekat dengan ibadah dan ketaatan dalam kondisi perekonomian sulit, namun kemudian berubah sangat cepat menjadi lupa dan lalai karena lebih memilih untuk mengikrarkan diri menjadi hamba dinar dan dirham. Cukuplah kisah Qarun menjadi pelajaran bagi kita semua, dimana fitnah harta adalah fakta yang membahayakan keimanan dan ketaatan kita kepada Allah.

Maka tanam, semai dan penuhilah jiwa dengan sikap qana’ah (rasa cukup dengan rezki dunia yang Allah anugrahkan). Agar tak ada ruang lagi bagi fitnah dunia untuk bersemayam di hati kita.

 

Wallahua’lam

✍️ Penulis : Ustadz Rafael Afrianto, Lc

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *