Basmalah, Ayat Pertama Dalam Surah Al Fatihah ?

Pertanyaan :

Apakah basmalah termasuk satu dari ayat-ayat dalam surah al Faatihah ?

 

Jawab :

Ulama berbeda pendapat dalam masalah ini;

*) Sebagian mengatakan bahwa basmalah tidak termasuk satu diantara ayat dalam surah al Faatihah. Diantara alasannya adalah;

  1. Hadits Aisyah radhiyallahu ‘anha, Beliau berkata; “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam senantiasa membuka shalatnya dengan takbiratul ihram, dan memulai bacaannya dalam shalat dengan membaca “alhamdulillahi rabbil ‘aalamiin”.
  2. Hadits Qudsi yang diriwayatkan oleh imam Muslim, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda;

قَالَ اللَّهُ تَعَالَى قَسَمْتُ الصَّلاَةَ بَيْنِى وَبَيْنَ عَبْدِى نِصْفَيْنِ وَلِعَبْدِى مَا سَأَلَ فَإِذَا قَالَ الْعَبْدُ ( الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ ). قَالَ اللَّهُ تَعَالَى حَمِدَنِى عَبْدِى وَإِذَا قَالَ (الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ ). قَالَ اللَّهُ تَعَالَى أَثْنَى عَلَىَّ عَبْدِى. وَإِذَا قَالَ (مَالِكِ يَوْمِ الدِّينِ). قَالَ مَجَّدَنِى عَبْدِى – و إِذَا قَالَ (إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ ). قَالَ هَذَا بَيْنِى وَبَيْنَ عَبْدِى وَلِعَبْدِى مَا سَأَلَ. فَإِذَا قَالَ (اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلاَ الضَّالِّينَ ). قَالَ هَذَا لِعَبْدِى وَلِعَبْدِى مَا سَأَلَ ». رواه مسلم

Sama dengan hadits Aisyah tadi, dalam hadits ini tidak ada penyebutan basmalah mengawali surah al Fatihah. Penyebutan surah tersebut dimulai dengan ayat “alhamdulillahi Rabbil ‘Aalamiin”. Hal demikian menunjukkan bahwa basmalah itu bukanlah satu diantara ayat dalam surah al Faatihah.

Hal lain yang juga menguatkan pendapat ini bahwa dalam hadits Qudsi tersebut Allah membagi surah ini menjadi 2 bagian; satu bagian untuk Allah dan satu bagian lagi untuk makhluk. Maka jika dicermati dari komposisi pembagian itu akan diketahui bahwa pendapat yang menyatakan ayat pertama dari surah al Faatihah itu adalah “alhamdulillahi Rabbil ‘Aalamiin” adalah pendapat yang lebih tepat, karena lebih sesuai dengan komposisi pembagian yang telah disebutkan tadi;

Pembagian pertama (Surah Al Faatihah; 1-3):

 الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ. الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ. مَالِكِ يَوْمِ الدِّينِ

Untuk Allah, berisi pujian kepada Nya

Pembagian kedua (Surah Al Faatihah; 4) :

إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ

Untuk Allah dan makhluk Nya, pernyataan keberserahdirian hamba kepada Allah dan permohonan hamba kepada Nya agar Ia senantiasa menolongnya.

Pembagian ketiga (Surah Al Faatihah; 5-7) :

اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ. صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ. غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّالِّين

Untuk makhluk, doa hamba kepada Allah.

Mencermati komposisi ini, sebagian menyimpulkan bahwa pendapat inilah yang lebih tepat daripada pendapat yang memasukkan basmalah sebagai satu dari ayat surah al Faatihah.

 

*) Pendapat kedua dalam masalah ini adalah yang menyatakan bahwa basmalah adalah ayat pertama dari 7 ayat dalam surah al Faatihah. Dalil mereka adalah;

  • Hadits Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda ;

الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ – سَبْعُ آيَاتٍ إِحْدَاهُنَّ (بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ) وَهِيَ السَّبْعُ الْمَثَانِي وَالْقِرَانُ الْعَظِيمُ ، وَهِيَ أُمُّ الْقُرْآنِ وَهِيَ فَاتِحَةُ الْكِتَابِ. _ رواه البيهقي

Surah al Faatihah itu terdiri dari 7 ayat. Satu diantara ke-7 ayatnya adalah “bismillahirrahmaanirrahiim”. Surah ini juga dinamakan “as sab’u al matsaani”, “ummul quran” dan “faatihatu al kitaab”. (HR. Baihaqi)

  • Hadits Ummu Salamah,

أَنَّهَا ذَكَرَتْ قِرَاءَةَ رَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- (بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ مَلِكِ يَوْمِ الدِّينِ) يَقْطَعُ قِرَاءَتَهُ آيَةً آيَةً. _ سنن أبى داود-ن 4/ 65

Beliau menyebutkan cara Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam membaca al Faatihah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam membacanya dengan mengatakan; “Bismillahirrahmaanirrahiim. Alhamdulillahi Rabbil ‘Aalamiin, dst”, Beliau memenggal-menggal bacaannya ayat per ayat. (HR. Abu Daud)

 

Pendapat Rajih (Terpilih)

Dari kedua pendapat ini, sebagian ulama mengatakan bahwa yang paling tepat adalah pendapat yang mengakomodir seluruh hadits atau keterangan-keterangan shahih berkenaan dengan masalah ini. Mereka berpendapat bahwa seluruh keterangan yang disampaikan dalam uraian sebelumnya adalah keterangan shahih, dan olehnya itu maka seluruh pendapat yang disampaikan boleh digunakan;

*) Boleh menyatakan basmalah itu satu diantara ayat dalam surah al Faatihah

*) Boleh juga menyatakan bahwa basmalah itu bukan termasuk ayat dalam surat al Faatihah

Menegaskan hal tersebut adalah mushaf yang ada saat ini memiliki beberapa jenis qira’ah. Diantara mushaf itu, ada yang mencantumkan basmalah sebagai ayat pertama. Dan diantaranya lagi ada yang mencantumkan alhamdulillahi Rabbil ‘Aalamiin sebagai ayat pertama.

Dan karena itu juga -diantaranya-, sebagian imam ada yang membaca basmalah (baik dengan suara nyaring / jahar atau dengan suara yang dikecilkan) ketika shalat jahar, dan ada juga yang tidak membacanya; seluruhnya in sya Allah tidak mengapa karena masing-masing didukung oleh dalil-dalil shahih. Olehnya, tidaklah boleh hal ini menjadi sumber perpecahan diantara kaum muslimin.

 

Wallahu a’lam bis shawaab.

Jenis qira’at Al Quran berdasarkan riwayat Hafsh dari ‘Aashim (Basmalah ayat pertama)

Jenis qira’at Al Quran berdasarkan riwayat Warsy dari Naafi’e (Basmalah tidak termasuk ayat dalam surah Al Fatihah)

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: