Beberapa Ketentuan Pokok Jual Beli Kredit

    0
    71

    Jual beli kredit adalah satu diantara system jual beli yang sangat lekat ditengah masyarakat. Sangat perlu bagi mereka untuk mengetahui ketentuan-ketentuan pokok dalam agama berkenaan dengan system jual beli ini agar tidak terjebak dalam pelanggaran syariat. Beberapa ketentuan itu adalah :

    1. Akadnya tidak dimaksudkan untuk melegalkan hal yang diharamkan (riba).

    2. Barang terlebih dahulu dimiliki penjual sebelum akad jual-beli kredit dilangsungkan. Misalnya dalam kasus kredit motor; pihak jasa kredit tidak boleh lebih dahulu melangsungkan akad jual-beli kredit motor dengan konsumennya, kemudian baru setelah itu ia melakukan akad jual-beli dengan dealer (memesan motor dan membayarnya), lalu dealer menyerahkannya kepada pembeli.

    3. Pihak penjual kredit tidak boleh menjual barang yang “telah dibeli tetapi belum diterima olehnya dan belum berada di tangannya” kepada konsumen (yang mengajukan kredit).

    4. Barang yang dijual bukan merupakan emas, perak, atau mata uang. Tidak boleh menjual emas dengan kredit karena termasuk dalam riba jual beli (riba buyu’).

    5. Barang yang dijual secara kredit harus diterima pembeli secara langsung saat akad terjadi. Transaksi jual-beli kredit tidak boleh dilakukan dilakukan hari ini dan barang diterima pada keesokan harinya, karena nanti termasuk jual beli utang dengan utang yang diharamkan ( Ba’i dayn bi dayn).

    6. Pada saat transaksi dibuat, beberapa hal harus ditetapkan dengan jelas:

    (a) satuan harga yang akan digunakan,

    (b) besarnya angsuran,

    (c) serta jangka waktu pembayaran.

    7. Akad jual beli kredit harus tegas. Akad tidak boleh dibuat dengan cara beli sewa (leasing).

    8. Tidak boleh ada persyaratan kewajiban membayar denda atau harga barang menjadi bertambah, jika pembeli terlambat membayar angsuran karena ini adalah bentuk riba yang dilakukan oleh orang-orang jahiliyah. Sebagiamana yang disampaikan oleh sahabat Zaid bin Arqam radhiyallahu ‘anhu, pada zaman jahiliyyah apabila orang yang berhutang jatuh tempo hutangnya, maka peminjam akan berkata kepada orang yang berhutang,

    اتقضي ام تربي؟

    “Kamu mau bayar hutangmu sekarang, atau aku berikan kepadamu tenggang waktu lagi untuk membayar hutang, namun hutangmu bertambah jumlahnya.”

    Demikian diantara ketentuan pokok yang wajib diketahui berkenaan dengan system jual beli kredit ini. Dan semoga Allah senantiasa menjaga kita dari segala fitnah, yang nampak maupun yang tersembunyi. Wallahu Ta’aala a’lam.

    Penulis : Ustadz Muhammad Mukhtar Zain, Lc