Benarkah Hadits Ini Adalah Dalil Puasa Nishfu Sya’ban ?

    0
    284
    Pertanyaan :

    Di dalam hadis yang diriwayatkan Imam Bukhoriy, Muslim dan yang lainnya disebutkan bahwa Rosulullah saw. menganjurkan untuk berpuasa di pertengahan sya’ban (nisfu sya’ban):

    رُوِىَ عَنْ عِمْرَانَ بْنِ حُصَيْنٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا، أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، قَالَ لَهُ – «أَصُمْتَ مِنْ سُرَرِ شَعْبَانَ؟» قَالَ: لَا، قَالَ: فَإِذَا أَفْطَرْتَ، فَصُمْ يَوْمَيْنِ

    “Diriwayatkan dari ‘Imron bin Husein radhiyallahu ‘anhu bahwa Rosulullah bertanya kepadanya: apakah engkau berpuasa di “surar” (pertengahan) sya’ban?, dia menjawab: tidak, maka Rosulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: apabila kamu tidak berpuasa maka berpuasalah dua hari” (HR. Bukhori dan Muslim). Benarkah hadits ini adalah dalil disyari’atkannya mengkhususkan puasa di pertengahan bulan Sya’ban (Puasa Nishfu Sya’ban) ?

    Jawab :

    Hadits ini diantaranya diriwayatkan oleh imam Bukhari dan imam Muslim.

    Sabda Rasulullah shallallahu alaihi wasallam : “surari sya’ban”, dalam penafsirannya ulama berbeda pendapat;

    *) Diantara mereka ada yang berkata : pertengahan bulan Syaban

    *) Diantara mereka ada yang berkata : akhir bulan Syaban

    Dalam penjelasan hadits ini ulama juga berbeda pendapat;

    *) Diantara mereka ada yang berkata bahwa kemungkinan hadits ini Rasulullah shallallahu alaihi wasallam nyatakan kepada seorang yang memiliki puasa nadzar pada dua hari pertengahan sya’ban itu, lantas mereka tidak menunaikannya. Maka Rasulullah shallallahu alaihi wasallam pun menyuruhnya untuk mengqadhanya pada dua hari yang lain.

    *) Diantara mereka ada yang berkata bahwa hadits ini berisi anjuran untuk melaksanakan puasa tiga hari di pertengahan setiap bulan. Maka kemungkinan hadits ini Rasulullah shallallahu alaihi wasallam nyatakan kepada seorang yang sudah terbiasa melaksanakan puasa tiga hari dipertengahan bulan, lantas ia luput dari dua hari itu di bulan Sya’ban. Maka Rasulullah menyatakan boleh baginya mengganti yang luput itu pada hari yang lain. Karena disunnahkan bagi mereka yang telah terbiasa dengan sebuah kebaikan untuk terus melaksanakannya dan tidak meninggalkannya.

    *) Dan ada beberapa pendapat lainnya.

    Meski hadits ini dalam salah satu penafsiran yang telah dijelaskan menyebutkan pertengahan bulan Sya’ban, namun para ulama tidak menjadikannya sebagai dalil disyari’atkan puasa nishfu sya’ban;

    *) Diantara ulama ada yang menjadikannya sebagai dalil disyariatkannya berpuasa tiga hari di pertengahan setiap bulan

    *) Diantara mereka ada yang menjadikannya sebagai dalil disyariatkannya berpuasa pada akhir setiap bulan. Diantaranya adalah imam Bukhari, Beliau mengangkat hadits ini dalam sebuah bab dalam kitab shahihnya dengan judul :

    باب الصوم آخر الشهر

    “Bab Puasa (Sunnah) di Akhir Bulan.”

     

    Wallahu a’lam bis shawaab.

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here