Berkomunikasi Dengan Anak

Anak-anak memiliki perasaan yang sangat sensitif, salah dalam bersikap terhadap mereka bisa memunculkan kesan negatif yang mungkin akan dia ingat dan dia yakini seumur hidupnya. Oleh karena itu perlu bagi orang tua memperhatikan cara berkomunikasi yang baik dengan anak-anaknya.

Di antara etika berkomunikasi dengan anak adalah jika mengambil sesuatu yang mereka yakini bahwa itu adalah hak mereka padahal bukan hak mereka, maka jelaskanlah kenapa kita mengambilnya sebagai obat bagi hati mereka yang kecewa dan hiburan bagi jiwa mereka yang bersedih.

Hal ini sudah dicontohkan langsung oleh Rasulullah shollallahu alaihi wa sallam dan juga oleh para shahabat rodhiyallahu anhum. Di antara contohnya:

🌹Al-Hasan bin Ali rodhiyallahu anhuma pernah mengambil kurma dari kurma shodaqoh lalu meletakannya di mulutnya, maka Rasulullah shollallahu alaihi wa sallam berkata: Ekh, Ekh, ayo buang (muntahkan). Tidakkah kamu tahu sesungguhnya kita tidak memakan harta shodaqoh!. (Dalam riwayat lain, Tidakkah kamu tahu sesungguhnya keluarga Muhammad tidak memakan harta shodaqoh).

🌹Ubay bin Ka’ab rodhiyallahu anhu pernah menarik seorang pemuda dari shaff pertama dalam shalat. Qois bin Ibad menceritakan langsung apa yang dia alami, dia berkata: ketika aku berada di dalam shaff pertama di dalam masjid, tiba-tiba saja seseorang menarikku dari belakang kemudian mengambil alih dan berdiri di tempatku. Demi Allah aku sama sekali tidak dapat shalat dengan khusu’. Seusai salam aku menoleh, ternyata dia adalah Ubay bin Ka’ab, lalu dia berkata, Wahai anak muda, semoga Allah menjagamu dari segala kejelekkan, sesungguhnya ini adalah wasiat dari Nabi shollallahu alaihi wa sallam agar kami selalu sholat di belakangnya.

🌹Abu Musa Al-Asy’ari rodhiyallahu anhu pernah tidak menjawab seorang anak yang bersin karena tidak mengucapkan alhamdulillah, lalu dia menjelaskan kepada anak tersebut bahwa dia tidak menjawabnya karena anak tersebut tidak mengucapkan Alhamdulillah, Rasulullah shollallahu alaihi wa sallam bersabda, Jika salah seorang dari kalian bersin kemudian mengucapkan alhamdulillah maka jawablah ia. Sedangkan jika dia tidak mengucapkan alhamdulillah maka janganlah kalian menjawabnya (mengucapkan yarhamukallah).

Semoga dengan komunikasi yang baik dari orang dewasa melahirkan anak-anak yang cerdas dan berjiwa mulia.

 

✍️ Penulis : Ustadz Irfan Halim, Lc

Tim Rubrik Kajian Ilmiyah Al Binaa Menyapa

You may also like...

%d bloggers like this: