Berlomba Mengejar Surga Allah

    0
    93

    Diantara kewajiban orang tua kepada anaknya adalah mendidik dan mengarahkannya untuk menjadi manusia shaleh yang bermanfaat.

    Untuk mewujudkan tugas ini, orang tua dituntut agar dapat menjadi teladan yang baik buat anak-anaknya. Karena anak-anak itu ibarat kertas putih yang mungkin diberi warna sesuai dengan keinginan mereka yang memegang kertas putih tersebut. Olehnya, Rasulullah shallallahu โ€˜alaihi wa sallam bersabda bahwa orang tua sang anaklah yang menjadikan anak tersebut menjadi yahudi, nashrani atau majusi.

    Meski demikian, tidak berarti bahwa orang tua harus menjadi manusia super dalam segala lini agar dapat melaksanakan fungsi dan tugasnya itu. Sebagai manusia biasa, tentu ada saja kekurangan atau kelemahan yang dimiliki oleh orang tua. Dan kekurangan atau kelemahan tersebut tidaklah seharusnya membuat orang tua menjadi surut atau patah semangat dalam mendidik dan mengarahkan anak-anaknya menjadi manusia shaleh dan bermanfaat.

    ๐Ÿ“ Seorang pelatih tarung, tidak harus adalah sosok yang lebih kuat dari yang dilatihnya.

    ๐Ÿ“ Seorang pelatih lari, tidak mesti lebih kencang larinya dari atlet yang dilatihnya.

    ๐Ÿ“ Seorang konsultan ekonomi, tidak harus merupakan sosok yang lebih kaya dari mereka yang menggunakan jasanya.

    Maka sebagaimana,

    ๐Ÿ“Œ Kebahagiaan seorang pelatih tarung โ€“diantaranya- adalah ketika yang dilatihnya menjuarai sebuah event tertentu,

    ๐Ÿ“Œ Kebahagiaan seorang pelatih lari โ€“diantaranya- adalah ketika atlet yang dilatihnya meraih juara pada sebuah pertandingan tertentu,

    ๐Ÿ“Œ Kebahagiaan seorang konsultan ekonomi, -diantaranya- ketika melihat kliennya menjadi seorang pengusaha yang sukses,

    Demikianlah seharusnya orang tua โ€“secara khusus-, guru dan para murabbi secara umum; satu diantara kebahagiaannya adalah ketika melihat anak-anak dan orang-orang yang pernah dibimbingnya menjadi orang-orang yang sukses dunia dan akhiratnya.

    Olehnya,

    ๐Ÿ“Ž Jangan pernah membiarkan anak-anak kita menjadi lemah karena kekurangan yang kita rasakan pada diri-diri kita.

    ๐Ÿ“Ž Teruslah menjaga dan memperbaiki niat.

    ๐Ÿ“Ž Jangan berhenti mengupgrade keimanan, skil dan kemampuan diri sendiri.

    ๐Ÿ“Ž Teruslah berlomba untuk sampai kepada Allah dalam keadaan Ridho dan Ia pun meridhai kita.

    Semoga kelak Allah kembali mengumpulkan kita dan anak-anak kita dalam keadaan gembira di surga Firdaus Nya yang tertinggi.

    Waffaqanallahu jamiโ€™an ilaa ma yuhibbuhu wa yardhaahu.

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here