Bagi seorang mukmin yang mengerti akan hakikat kehidupan di dunia, betapa ia akan menyadari bahwa kekayaan dan harta yang ada ditangannya bukanlah miliknya seutuhnya. Ada hak orang lain yang Allah titipkan sebagai anugerah bagi mereka yang membutuhkan.

وَالَّذِينَ فِي أَمْوَالِهِمْ حَقٌّ مَعْلُومٌ (24) لِلسَّائِلِ وَالْمَحْرُومِ

Artinya : “Dan orang-orang yang dalam harta mereka ada hak tertentu. Bagi orang miskin yang meminta dan yang tidak meminta”. (Q.S.Al Ma’arij : 24-25).

Ayat tersebut di atas menegaskan kepada siapa saja yang memiliki kelebihan harta agar dapat menyisihkan hartanya kepada orang-orang yang tidak mampu. Namun, adakalanya seseorang karena ketidaktahuannya, terkadang ia bersedekah atau membagikan hartanya kepada orang yang tidak tepat. Terkait tentang hal tersebut, disebutkan dalam hadits shahih yang dikeluarkan oleh Imam Al Bukhari :

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّه أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: قَالَ رَجُلٌ: لَأَتَصَدَّقَنَّ بِصَدَقَةٍ، فَخَرَجَ بِصَدَقَتِهِ، فَوَضَعَهَا فِي يَدِ سَارِقٍ، فَأَصْبَحُوا يَتَحَدَّثُونَ: تُصُدِّقَ عَلَى سَارِقٍ فَقَالَ: اللَّهُمَّ لَكَ الحَمْدُ، لَأَتَصَدَّقَنَّ بِصَدَقَةٍ، فَخَرَجَ بِصَدَقَتِهِ فَوَضَعَهَا فِي يَدَيْ زَانِيَةٍ، فَأَصْبَحُوا يَتَحَدَّثُونَ: تُصُدِّقَ اللَّيْلَةَ عَلَى زَانِيَةٍ، فَقَالَ: اللَّهُمَّ لَكَ الحَمْدُ، عَلَى زَانِيَةٍ؟ لَأَتَصَدَّقَنَّ بِصَدَقَةٍ، فَخَرَجَ بِصَدَقَتِهِ، فَوَضَعَهَا فِي يَدَيْ غَنِيٍّ، فَأَصْبَحُوا يَتَحَدَّثُونَ: تُصُدِّقَ عَلَى غَنِيٍّ، فَقَالَ: اللَّهُمَّ لَكَ الحَمْدُ، عَلَى سَارِقٍ وَعَلَى زَانِيَةٍ وَعَلَى غَنِيٍّ، فَأُتِيَ فَقِيلَ لَهُ: أَمَّا صَدَقَتُكَ عَلَى سَارِقٍ فَلَعَلَّهُ أَنْ يَسْتَعِفَّ عَنْ سَرِقَتِهِ، وَأَمَّا الزَّانِيَةُ فَلَعَلَّهَا أَنْ تَسْتَعِفَّ عَنْ زِنَاهَا، وَأَمَّا الغَنِيُّ فَلَعَلَّهُ يَعْتَبِرُ فَيُنْفِقُ مِمَّا أَعْطَاهُ اللَّهُ

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu, bahwasanya Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda : “Seorang laki-laki berkata : “Sungguh aku akan bersedekah”, lalu ia pun keluar dengan membawa sedekahnya, lalu ia berikan sedekah tersebut kepada seorang pencuri (sedangkan ia tidak tahu bahwa orang tersebut adalah pencuri). Orang-orang pun bergumam : ”Kamu bersedekah kepada seorang pencuri”. Lalu laki-laki itu pun berkata : ”Ya Allah bagimu segala pujian. Sungguh aku akan kembali bersedekah. Lalu ia pun keluar dengan membawa sedekahnya dan ia berikan kepada seorang wanita pezina (sedangkan ia tidak tahu bahwa wanita tersebut adalah pezina). Lalu orang-orang pun bergumam : “Kamu bersedekah kepada wanita pezina”. Lalu laki-laki tersebut berkata : ”Ya  Allah bagiMu segala pujian”. Sungguh aku akan kembali bersedekah. Lalu ia pun keluar dengan membawa sedekahnya dan ia berikan kepada seorang yang kaya raya (sedangkan ia tidak tahu bahwa orang tersebut kaya raya). Lalu orang-orang pun bergumam : “Kamu bersedekah kepada orang yang kaya(mampu)”. Lalu laki-laki tersebut berkata :”Ya Allah bagiMu segala pujian atas apa yang telah aku sedekahkan kepada pencuri, wanita pezina dan orang yang kaya raya”. Lalu diperlihatkan dalam mimpinya bahwa dikatakan kepadanya : “Adapun sedekahmu kepada si pencuri, maka semoga menjadi sebab baginya untuk berhenti mencuri, dan adapun sedekah kepada wanita pezina maka semoga menjadi sebab baginya untuk berhenti berzina. Dan adapun sedekahmu kepada si kaya maka semoga si kaya tersebut dapat mengambil pelajaran kemudian ia berinfak dari kelebihan harta yang telah Allah anugerahkan kepadanya”. (H.R.Bukhari).

Demikianlah saudaraku,harta yang kita belanjakan dan niatkan karena Allah maka tidak akan berakhir sia-sia. Meskipun terkadang harta yang kita sisihkan tersebut salah sasaran –karena ketidaktahuan kita-, tetap akan diterima dan diganjar pahala oleh Allah Ta’ala.

Wallahua’lam.

 

✍️ Penulis : Ustadz Rafael Afrianto, Lc

Tim Rubrik Kajian Ilmiyah Al Binaa Menyapa

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here