Berobat itu dianjurkan. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda;

فَتَدَاوَوْا وَلاَ تَدَاوَوْا بِحَرَامٍ

“Berobatlah, namun janganlah berobat dengan sesuatu yang haram”. (HR. Abu Daud)

Hukum berobat akan menjadi wajib jika dengan meninggalkannya akan menyebabkan mudharat (kematian, cacat atau yang semisalnya) bagi orang sakit tersebut. Allah berfirman;

وَلَا تُلْقُوا بِأَيْدِيكُمْ إِلَى التَّهْلُكَةِ

“Dan janganlah kalian jerumuskan diri-diri kalian ke dalam kehancuran.”. (Al Baqarah; 195).

Jika keadaan demikian akan menyebabkan hukum berobat itu wajib, maka bagaimanakah sekiranya dengan seorang yang menyembunyikan penyakitnya (tidak berobat), sedang penyakit itu dapat berakibat fatal terhadap diri, keluarga dan orang lain secara global ?. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda;

لاَ ضَرَرَ وَلاَ ضِرَارَ

“Tidak boleh membuat mudharat pada diri dan pada orang lain.”. (HR. Ahmad)

Olehnya, mari bersikap jujur, untuk kemaslahatan bersama.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here