Boneka Untuk Anak

    0
    225
    Pertanyaan :

    Waktu saya umroh saya belikan cucu saya boneka mainan berbentuk unta. Bagaimana pak Ustazd dengan boneka unta, banyak di mekkah dan madinah yang jual di toko ?

     

    Jawaban :

    Secara umum, ulama menyatakan bahwa menggambar atau memahat atau membuat patung dan boneka makhluk bernyawa adalah haram berdasarkan dalil-dalil agama yang telah dibahas sebelumnya (baca di : https://albinaamenyapa.net/koleksi-boneka-bagi-remaja-bolehkah/). Namun mayoritas ulama mengecualikan anak-anak dari pengharaman tersebut. Imam An Nawawi rahimahullah berkata :

    وَيُسْتَثْنَى مِنْ جَوَازِ تَصْوِيرِ مَا لَهُ ظِلٌّ وَمِنَ اتِّخَاذِهِ لُعَبُ الْبَنَاتِ لِمَا وَرَدَ مِنَ الرُّخْصَةِ فِي ذَلِكَ

    “Dikecualikan dari pelarangan menggambar atau memahat makhluk bernyawa dan mengoleksinya adalah jika gambar (atau boneka-bonekaan) tersebut digunakan oleh anak-anak perempuan sebagai permainannya. Pengecualian ini berdasarkan adanya keterangan yang berisi keringanan akan hal tersebut.”. (Fathul Baari). Keterangan yang dimaksud diantaranya adalah hadits Aisyah radhiyallahu ‘anha ;

    كُنْتُ أَلْعَبُ بِالْبَنَاتِ عِنْدَ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَكَانَ لِي صَوَاحِبُ يَلْعَبْنَ مَعِي، فَكَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا دَخَلَ يَتَقَمَّعْنَ مِنْهُ، فَيُسَرِّبُهُنَّ إِلَيَّ فَيَلْعَبْنَ مَعِي. وفي رواية قالت : فَهَبَّتْ رِيحٌ فَكَشَفَتْ نَاحِيَةَ السِّتْرِ عَنْ بَنَاتٍ لِعَائِشَةَ لُعَبٍ، فَقَالَ: «مَا هَذَا يَا عَائِشَةُ؟» قَالَتْ: بَنَاتِي، وَرَأَى بَيْنَهُنَّ فَرَسًا لَهُ جَنَاحَانِ مِنْ رِقَاعٍ، فَقَالَ: «مَا هَذَا الَّذِي أَرَى وَسْطَهُنَّ؟» . قَالَتْ: فَرَسٌ، قَالَ: «وَمَا هَذَا الَّذِي عَلَيْهِ؟» قَالَتْ: جَنَاحَانِ، قَالَ: «فَرَسٌ لَهُ جَنَاحَانِ؟» قَالَتْ: أَمَا سَمِعْتَ أَنَّ لِسُلَيْمَانَ خَيْلًا لَهَا أَجْنِحَةٌ؟ قَالَتْ: فَضَحِكَ حَتَّى رَأَيْتُ نَوَاجِذَهُ

    Aku dahulu pernah bermain boneka di sisi Nabi shallallahu ‘alaihi wa salam. Aku memiliki beberapa sahabat yang biasa bermain bersamaku. Ketika Rasululah shallallahu ‘alaihi wa salam masuk dalam rumah, mereka pun bersembunyi dari beliau. Lalu beliau menyerahkan mainan padaku satu demi satu lantas mereka pun bermain bersamaku.” (HR. Muslim). Dalam riwayat lain, Asiyah radhiyallahu ‘anha berkata; Ketika ada angin yang bertiup, kain tersebut tersingkap hingga mainan boneka ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha terlihat. Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam lalu bertanya, “Wahai ‘Aisyah, apa ini?”. ‘Aisyah menjawab, “Itu mainan bonekaku.” Lalu beliau juga melihat patung kuda yang mempunyai dua sayap. Beliau bertanya, “Lalu yang aku lihat di tengah-tengah boneka ini apa?”. ‘Aisyah menjawab, “Boneka kuda.” Beliau bertanya lagi, “Lalu yang ada di bagian atasnya itu apa?”. ‘Aisyah menjawab, “Dua sayap.”. Beliau bertanya lagi, “Kuda mempunyai dua sayap ?!”. ‘Aisyah menjawab, “Tidakkah engkau pernah mendengar bahwa Nabi Sulaiman mempunyai kuda yang punya banyak sayap?”. ‘Aisyah berkata, “Beliau lalu tertawa hingga aku dapat melihat giginya”. (HR. Abu Daud)

    Berdasarkan dua keterangan ini mayoritas ulama berkesimpulan bahwa pelarangan gambar atau patung (boneka) makhluk bernyawa tidak berlaku untuk anak-anak. Dan olehnya itu juga, maka menjual atau membelinya untuk keperluan tersebut tidaklah mengapa. Wallahu a’lam bis shawaab.

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here