Bukan Sekedar Membaca dan Bukan Sekedar Beramal

    0
    209

    Di dalam Al Quran, surah Al Baqarah, ayat 121, Allah sebutkan satu diantara ciri orang-orang beriman;

    ٱلَّذِينَ ءَاتَيۡنَٰهُمُ ٱلۡكِتَٰبَ يَتۡلُونَهُۥ ‌حَقَّ ‌تِلَاوَتِهِۦٓ أُوْلَٰٓئِكَ يُؤۡمِنُونَ بِهِۦۗ وَمَن يَكۡفُرۡ بِهِۦ فَأُوْلَٰٓئِكَ هُمُ ٱلۡخَٰسِرُونَ

    “Orang-orang yang telah Kami berikan Al-Kitab kepadanya, mereka membacanya dengan bacaan yang sebenarnya, mereka itu beriman kepadanya. Dan barang siapa yang ingkar kepadanya, maka mereka itulah orang-orang yang rugi.”

    Tentang ‘mereka yang membacanya dengan bacaan yang sebenarnya’, Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu berkata;

    وَالذِي نَفْسِي بِيَدِهِ، إِنَّ حَقَّ تِلَاوَتِهِ أَنْ ‌يُحِلَّ ‌حَلَالَهُ وَيُحَرِّمَ حَرَامَهُ وَيَقْرَأَهُ كَمَا أَنْزَلَهُ اللَّهُ، وَلَا يُحَرِّفَ الْكَلِمَ عَنْ مَوَاضِعِهِ، وَلَا يَتَأَوَّلَ مِنْهُ شَيْئًا عَلَى غَيْرِ تَأْوِيلِهِ

    “Demi Dzat Yang jiwaku berada di tangan Nya, sesungguhnya maksud dari firman Nya, ‘membacanya dengan bacaan yang sebenarnya’, adalah seorang yang menyatakan halal terhadap sesuatu yang dihalalkan oleh Allah, dan menyatakan haram terhadap yang dinyatakan Nya haram. Dia membaca Al Quran sebagaimana Allah menurunkannya. Tidak mengadakan perubahan terhadap satupun ayat. Dan tidak menafsirkannya dengan penafsiran yang tidak benar.”. (Tafsir Ibnu Katsir, 1/403).

    Dari pernyataan beliau ini dipahami bahwa mereka yang dapat membacanya dengan bacaan yang sebenarnya adalah mereka yang memahami kandungan ayat-ayat yang dibacanya secara benar. Dengan pemahaman yang benar itulah mereka beramal.

    Dari penjelasan ini pula diketahui bahwa sekedar membaca tidaklah cukup mengantarkan seseorang kepada pengamalan yang benar. Namun untuk dapat mengamalkan secara benar haruslah didahului oleh bacaan yang sebenarnya (haqqa tilaawatihi).

    Bacaan yang sebenarnya itulah yang melahirkan pemahaman yang benar. Dan pemahaman yang benar akan melahirkan pengamalan yang juga benar. Bukan sekedar membaca dan bukan sekedar beramal. Yang menjadi acuan adalah seberapa bacaan Anda benar, dan seberapa amalan Anda benar.