BULAN HARAM : PAHALANYA BERLIPAT, DOSANYA PUN BERLIPAT

    0
    243

    Allah Ta’ala telah menetapkan dua belas bulan dalam perhitungan satu tahun sejak diciptakannya langit dan bumi. Empat diantara kedua belas bulan itu disebut sebagai bulan-bulan haram. Allah Ta’ala berfirman :

    إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِنْدَ اللَّهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِي كِتَابِ اللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ذَلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ فَلَا تَظْلِمُوا فِيهِنَّ أَنْفُسَكُمْ وَقَاتِلُوا الْمُشْرِكِينَ كَافَّةً كَمَا يُقَاتِلُونَكُمْ كَافَّةً وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ مَعَ الْمُتَّقِينَ

    Artinya :”Sesungguhnya bilangan bulan disisi Allah ada dua belas bulan yang Allah tetapkan dalam ketetapanNya pada hari diciptakannya langit dan bumi. Diantara kedua belas bulan tersebut, empat diantaranya adalah bulan-bulan haram. Yang demikian itu adalah agama yang lurus maka janganlah kalian menzhalimi diri kalian sendiri di bulan-bulan tersebut. Dan perangilah orang-orang musyrik seluruhnya sebagaimana mereka memerangi kalian seluruhnya. Dan ketahuilah bahwasanya Allah bersama orang-orang yang bertakwa”. (Q.S. At Taubah :36)

    Apa saja keempat bulan haram tersebut dan mengapa keempat bulan tersebut dinamakan bulan-bulan haram?

    Adapun keemapat bulan tersebut adalah sebagaimana yang diterangkan oleh Rasulullah shallallahu alaihi wasallam :

    إِنَّ الزَّمَانَ قَدِ اسْتَدَارَ كَهَيْئَتِهِ يَوْمَ خَلَقَ اللَّهُ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضَ، السَّنَةُ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا، مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ، ثَلاَثٌ مُتَوَالِيَاتٌ: ذُو القَعْدَةِ، وَذُو الحِجَّةِ، وَالمُحَرَّمُ، وَرَجَبُ، مُضَرَ الَّذِي بَيْنَ جُمَادَى، وَشَعْبَانَ

    Artinya : “Sesungguhnya zaman ini telah berjalan (berputar) sebagaimana perjalanan awalnya ketika Allah menciptakan langit dan bumi, yang mana satu tahun itu ada dua belas bulan. Diantaranya ada empat bulan haram, tiga bulan yang (letaknya) berurutan, yaitu Dzul Qa’dah, Dzul Hijjah, dan Muharram, kemudian bulan Rajab (yaitu buklan yang dikenal oleh suku bernama ) Mudhar yang berada diantara Jumada (AL Akhir) dan Sya’ban. (H.R.Bukhari dan Muslim)

    Adapun tentang sebab dinamakannya bulan-bulan ini dengan nama bulan-bulan haram, maka beberapa ulama memberikan penjelasannya, diantaranya Syekh Ibn Baz –Rahimahullah- beliau berkata :

    والظاهر أنها سميت حرما؛ لأن الله حرم فيها القتال بين الناس فلهذا قيل لها حرم جمع حرام

    “ Dan yang nampak dari penamaan bulan-bulan tersebut dengan nama “hurum” adalah karena Allah telah mengharamkan manusia untuk berperang didalamnya, oleh karena itu disebut dengan “hurum” yang merupakan bentuk jamak dari “haram”. (Majmu’ Fatawa Ibn Baz, 18 : 433 )

    Al Imam Ibnu Rajab juga menukil sebagian pendapat ulama tentang sebab penamaan bulan-bulan tersebut dengan bulan haram. Beliau menjelaskan :

    واختلفوا لم سميت هذه الأشهر الأربعة حرما؟. فقيل: لعظم حرمتها وحرمة الذنب فيها

    “Para Ulama bersilang pendapat tentang alasan mengapa keempat bulan ini disebut sebagai bulan haram ? Ada yang berpendapat : disebabkan karena besarnya kemuliaan bulan- bulan itu dan besarnya dosa-dosa yang dilakukan padanya.”.

    Pahalanya berlipat, dosanya pun berlipat

    Dikarenakan bulan-bulan tersebut adalah bulan-bulan yang agung, maka Allah menjadikan orang yang beramal shalih pada bulan-bulan tersebut mendapatkan pahala yang berlipat ganda sebagaimana apabila seseorang melakukan kemaksiatan dan perbuatan dosa pada bulan-bulan tersebut, maka dosa-dosanya pun akan dilipatgandakan. Allah Ta’ala berfirman:

    فَلَا تَظْلِمُوا فِيهِنَّ أَنْفُسَكُمْ

    ”Maka janganlah kalian menzhalimi diri kalian pada bulan-bulan tersebut”. (Q.S.At Taubah : 36)

    Imam Ibnu Katsir menafsirkan ayat tersebut, beliau berkata : “ Maksudnya pada bulan-bulan haram tersebut, karena dosa (pada bulan-bulan tersebut) lebih berat dan lebih buruk dibandingkan pada bulan-bulan selainnya. Sebagaimana kemaksiatan di tanah suci (Makkah dan Madinah) dilipatgandakan ( dosanya), berdasarkan firman Allah Ta’ala, ‘Dan barangiapa yang bermaksud di dalamnya melakukan kejahatan secara zalim, niscaya akan Kami berikan kepadanya sebagian siksa yang pedih (Al-Hajj:25)’; demikian pula kemaksiatan (yang dilakukan) pada bulan-bulan haram, (juga) bertambah berat kadar dosa-dosanya. (Tafsir Ibn Katsir , 4 : 148). Ibnu Abbas berkata :

    اختص الله أربعة أشهر جعلهن حرما وعظم حرماتهن وجعل الذنب فيهن أعظم وجعل العمل الصالح والأجر أعظم

    Ibnu ‘Abbas berkata : “Allah mengkhususkan empat bulan sebagai bulan haram dan Allah mengagungkan kemuliaannya. Dan Allah menjadikan perbuatan dosa yang dilakukan didalamnya lebih besar dosanya (dibandingkan bulan-bulan yang lainnya). Sebagaimana Allah juga menjadikan amal shalih (di bulan tersebut) mendapatkan pahala yang juga lebih besar (dibanding bulan-bulan yang lainnya). (Lathoiful Ma’arif , 1 : 115). Imam Qotadah berkata :

    الظلم في الأشهر الحرم أعظم خطيئة ووزراً من الظلم فيما سواها وإن كان الظلم في كل حال عظيماً ولكن الله يعظم من أمره إن شاء

    Artinya : “Berbuat kezhaliman pada bulan-bulan haram adalah kesalahan dan dosa yang besar dibandingkan dengan kezhaliman yang dilakukan selain pada bulan-bulan tersebut. Meskipun kezhaliman dalam setiap waktu merupakan dosa besar, akan tetapi Allah mengangungkan sebagian perkaraNya sesuai dengan kehendakNya”. (Tafsir Ibn Katsir, 4 : 148)

    Kesimpulan :

    Allah Ta’ala telah menjadikan keempat bulan haram (Dzulqa’dah, Dzulhijjah, Muharram dan Rajab) sebagai bulan yang agung. Dimana Allah melipatgandakan balasan dari amalan-amalan yang dilakukan seorang hamba pada bulan-bulan tersebut, baik dan buruknya. Maka hendaklah masing-masing dari diri kita bertakwa kepada Allah setiap waktu dan khususnya pada bulan-bulan tersebut. Perbaiki dan tingkatkan ketaatan serta jauhilah segala maksiat dan perbuatan dosa agar Allah melipatgandakan pahala amal shalih kita semua. Aamiin.

     

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here