Bulan Ramadhan, Bulan Tarbiyyah

    0
    32

    Keimanan adalah sesuatu yang fluktuatif (terkadang bertambah dan terkadang berkurang)

    Olehnya, Allah karuniakan bulan Ramadhan dari 12 bulan yang ada, di dalamnya kita kembali di karantina setelah 11 bulan berjuang menghadapi kerasnya terpaan fitnah duniawi yang menerjang keimanan kita.

    Selain mengaruniakan bulan tersebut, Ia juga memberi fasilitas VIP kepada kita untuk dapat maksimal dalam masa karantina tersebut :

    1. Pintu-pintu surga dibuka
    2. Pintu-pintu neraka ditutup
    3. Para pembesar syaithan dibelenggu
    4. Disiapkan berbagai agenda menarik dan bermanfaat dengan hadiah yang berlipatganda

    Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda;

    أتاكم رمضان شهر مبارك فرض الله عز و جل عليكم صيامه تفتح فيه أبواب السماء وتغلق فيه أبواب الجحيم وتغل فيه مردة الشياطين

    “Bulan Ramadhan, bulan penuh berkah, telah datang menaungi kalian. Allah ta’ala wajibkan bagi kalian berpuasa di bulan tersebut. Pada bulan itu, pintu-pintu langit dibuka; ditutup pintu-pintu neraka; dan para pembesar syaithan pun dibelenggu.” (HR an-Nasaa’i)

     

    Di bulan Ramadhan, kaum muslimin diperintahkan berpuasa. 

    Puasa itu melatih kesabaran ;

    • Sabar untuk tidak makan dalam jangka waktu tertentu
    • Sabar untuk tidak minum dalam jangka waktu tertentu
    • Sabar untuk tidak berhubungan dengan pasangan kita dalam jangka waktu tertentu
    • Sabar untuk tidak berkata-kata kasar dan melakukan hal-hal yang tidak terpuji
    • Sabar bahkan dengan tidak meladeni seorang yang berkata-kata kasar dan mengajak bertengkar 

    Allah berfirman;

    إِنَّمَا يُوَفَّى الصَّابِرُونَ أَجْرَهُمْ بِغَيْرِ حِسَابٍ

    “Orang-orang sabar itu akan diberi pahala yang tiada terhingga.” [Az Zumaar; 10]

    Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda dalam sebuah riwayat Bukhari dari Abu Hurairah;

    قَالَ اللَّهُ كُلُّ عَمَلِ ابْنِ آدَمَ لَهُ إِلَّا الصِّيَامَ فَإِنَّهُ لِي وَأَنَا أَجْزِي بِهِ

    “Allah berfirman ; “Segala amalan anak cucu Adam adalah untuknya kecuali puasa. Sesungguhnya puasa itu adalah untuk-Ku dan Akulah yang akan langsung membalasnya.”.

     

    Di bulan Ramadhan, Allah turunkan Al Quran. Olehnya, kaum muslimin diperintahkan untuk memperbaiki interaksinya dengan Al Quran; baik dengan membacanya dan juga dengan mempelajari kandungannya. Dan oleh karena itu juga, setiap malam di bulan Ramadhan Jibril turun untuk membaca Al Quran secara bergantian dengan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.

    Al Quran adalah bagian dari dzikir. Al Quran adalah petunjuk hidup manusia.

    Seorang yang senantiasa mempelajari kandungan Al Quran, maka hidupnya akan senantiasa tercerahkan dengan petunjuk.

    Seorang yang banyak membaca Al Quran maka hatinya akan senantiasa tentram dan bahagia.

     

    Di bulan Ramadhan ada satu malam yang lebih baik dari seribu bulan.

    Usia manusia, rata-rata 60 sampai dengan 70 tahun.

    Seorang yang mendapatkan kebaikan pada malam itu, maka ia bagaikan hidup dalam kebaikan selama 1000 bulan atau 80 sekian tahun.

    Olehnya, untuk mendapat kemuliaan malam tersebut, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam beri’tikaf pada sepuluh malam terakhir dari bulan tersebut.

     

    Bulan Ramadhan adalah bulan yang identik dengan qiyaam Ramadhan yang merupakan satu diantara syi’arnya. 

    Barangsiapa melaksanakannya bersama imam hingga tuntas, maka ia bagaikan seorang yang berdiri melaksanakan shalat sepanjang malam.

     

    Bulan Ramadhan adalah bulan berbagi rasa dan kebahagiaan

    Kalau dalam keseharian kita, kita tidak terlalu merasakan getirnya lapar dan dahaga; maka dalam bulan Ramadhan, kita diajak untuk sedikit merasakan hal tersebut.

    Olehnya, pada bulan itu, kita sangat dianjurkan untuk berbagi kepada mereka yang Allah uji dengan cobaan berupa kesempitan dan keterbatasan hidupa.

    Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah sosok yang sangat dermawan. Namun beliau akan lebih dermawan lagi pada saat Ramadhan. Bahkan kedermawanan beliau pada saat itu melebihi angin yang bertiup menghantar kebaikan.

     

    Bulan Ramadhan adalah bulan tarbiyah :

    1. Jika di bulan Ramadhan kita bisa berpuasa sebulan penuh, maka mengapa kita berat melaksanakannya beberapa hari di setiap bulan ?
    2. Jika di bulan Ramadhan kita sanggup menahan diri kita dari sesuatu yang mubah, mengapa kita begitu sulit untuk menahan diri kita dari hal yang terlarang bagi kita ?
    3. Jika di bulan Ramadhan, kita sanggup khatam Al Quran bahkan lebih dari sekali, maka mengapa kita berat melakukannya di luar bulan Ramadhan ?
    4. Jika di bulan Ramadhan, kita rajin shalat berjama’ah, maka mengapa di luar Ramadhan kita sangat berat melangkahkan kaki ke masjid untuk melaksanakan shalat berjama’ah ?
    5. Jika di bulan Ramadhan, kita sanggup berdiri 11 rakaat di setiap malam untuk qiyam Ramadhan, maka mengapa kita begitu sulit melaksanakannya di luar bulan Ramadhan, meski satu rakaat saja ?
    6. Jika di bulan Ramadhan, hati kita begitu lapang untuk bersedekah, maka mengapa di luar Ramadhan hati kita menjadi begitu berat untuk itu, bahkan meski dengan senyum dan menebar salam ? 

    Bulan Ramadhan adalah bulan tarbiyah; ingin memformat diri kita menjadi insan yang bertakwa.

     

    Di bulan Ramadhan, Allah akan bebaskan hamba-hamba Nya dari api neraka dan menjawab doa-doa mereka. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda;

    إِنَّ لِلَّهِ عُتَقَاءَ فِي كُلِّ يَوْمٍ وَلَيْلَةٍ لِكُلِّ عَبْدٍ مِنْهُمْ دَعْوَةٌ مُسْتَجَابَة

    “Sesungguhnya Allah ta’ala -di bulan Ramadhan- mempunyai orang-orang yang akan Ia bebaskan dari api neraka pada setiap siang dan malam hari. Pada bulan itu, setiap muslim memiliki do’a yang akan dijawab pada setiap siang dan malam hari.” [HR. Ahmad].

     

    Semoga Allah memberi taufik Nya kepada kita agar dapat lebih maksimal dalam menjalankan puasa Ramadhan di tahun ini, dan menyampaikan kita dipenghujung Ramadhan sebagai orang-orang yang beruntung, orang-orang yang bertakwa.