Fiqhi Hari Raya

0 student

Hari I’ed adalah hari gembira dan hari kesenangan. Kegembiraan dan kesenangan yang dirasakan seorang mukmin di dunia dan di akhirat -semata- merupakan berkah dari Allah. Allah berfirman;

قُلْ بِفَضْلِ اللَّهِ وَبِرَحْمَتِهِ فَبِذَلِكَ فَلْيَفْرَحُوا هُوَ خَيْرٌ مِمَّا يَجْمَعُونَ _ يونس: 58

“Katakanlah: “Dengan kurnia Allah dan rahmat-Nya, hendaklah dengan itu mereka bergembira. Kurnia Allah dan rahmat-Nya itu adalah lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan”. (Yunus; 58)

Hari I’ed merupakan salah satu syi’ar terbesar dalam agama ini. Hal demikian akan nampak secara jelas dari nilai-nilai kemanusiaan yang berpaut dengan pelaksanaan ibadah pada hari mulia itu … puasa, zakat fithri dan haji serta kurban yang serangkai dengan hari mulia tersebut merupakan bukti bahwa hari itu merupakan salah satu syi’ar terbesar dalam agama yang mulia ini.

Pada hari itu, seluruh kaum muslimin bersatu dalam kegembiraan, saling mengunjungi, mengirimkan hadiah, mengucapkan doa serta menebar senyum dan kebahagiaan. Demikianlah hari I’ed, hari yang senantiasa dirayakan secara berulang setiap tahun.

Instructor

Rp 1