Demikianlah Ketundukan dan Loyalitas Mereka

    0
    558

    Sangat banyak lantunan syair di masa jahiliyyah menggandeng kata “khamr” menghiasi bait-baitnya. Khamr adalah hal yang tidak terpisahkan dari kehidupan mereka. Olehnya, pengharamannya pun berlangsung secara berangsur-angsur. Hingga pada akhirnya, hukumnya ditetapkan haram secara mutlak. Allah berfirman;

    يا أيها الَّذِينَ آمَنُواْ إِنَّمَا الْخَمْرُ وَالْمَيْسِرُ وَالأَنصَابُ وَالأَزْلاَمُ رِجْسٌ مِّنْ عَمَلِ الشَّيْطَانِ فَاجْتَنِبُوهُ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ • إِنَّمَا يُرِيدُ الشَّيْطَانُ أَن يُوقِعَ بَيْنَكُمُ الْعَدَاوَةَ والْبَغْضَآءَ فِي الْخَمْرِ وَالْمَيْسِرِ وَيَصُدَّكُمْ عَن ذِكْرِ اللَّهِ وَعَنِ الصَّلاَةِ فَهَلْ أَنْتُمْ مُّنتَهُونَ • وَأَطِيعُواْ اللَّهَ وَأَطِيعُواْ الرَّسُولَ وَاحْذَرُواْ فَإِن تَوَلَّيْتُمْ فاعْلَمُوا أَنَّمَا عَلَى رَسُولِنَا الْبَلاَغُ الْمُبِينُ

    “Hai orang-orang yang beriman, Sesungguhnya (meminum) khamar, berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah termasuk perbuatan syaitan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan. Sesungguhnya syaitan itu bermaksud hendak menimbulkan permusuhan dan kebencian di antara kamu lantaran (meminum) khamar dan berjudi itu, dan menghalangi kamu dari mengingat Allah dan sembahyang; maka berhentilah kamu (dari mengerjakan pekerjaan itu), dan taatlah kamu kepada Allah dan taatlah kamu kepada Rasul-(Nya) dan berhati-hatilah. Jika kamu berpaling, maka ketahuilah bahwa sesungguhnya kewajiban Rasul Kami, hanyalah menyampaikan (amanat Allah) dengan terang.”. (al Maidah; 90-92)

    Ketika ayat ini turun, Umar radhiyallahu ‘anhu dan beberapa orang sahabat lantas berkata; “Kami telah berhenti, kami telah berhenti.”. Ketika itu, Rasulullah –shallallahu ‘alaihi wa sallam- menyuruh seorang untuk berseru di setiap gang kota madinah, bahwa sesungguhnya khamar telah diharamkan. Mendengar itu, wadah-wadah penyimpanan khamar pun dipecahkan, dan khamar dibuang hingga gang-gang di kota Madinah pun banjir khamar. Setelahnya, para sahabat tidaklah melihat satupun dosa yang lebih berat daripada mengkonsumsi khamar. Anas –radhiyallahu ‘anhu- berkata;  “Dahulu saya adalah orang yang bertugas menyajikan khamar di rumah Abi Thalhah –radhiyallahu ‘anhu-. Ketika turun ayat pengharaman khamar, dan seorang penyeru menyampaikan hal itu, Abu Thalhah berkata (kepadaku); keluarlah dan dengar apa yang disampaikannya !. Anas berkata; saya pun keluar, dan setelah mendengarnya, saya pun kembali dan berkata; dia itu adalah sahabat yang ditugasi untuk menyatakan bahwa khamar telah diharamkan. Mendengarnya, Abu Thalhah berkata kepadaku, pergi dan tuanglah khamar-khamar itu. Anas berkata; Demi Allah,ketika itu tidaklah sahabat yang mendengar perintah itu berusaha mengkonfirmasi ulang validitas berita itu. Anas berkata; maka jalan-jalan kota Madinah pun dibanjiri dengan khamar.”.

    Demikianlah keimanan yang telah tertanam dalam sanubari para sahabat, melahirkan sebuah loyalitas yang sungguh luar biasa. Semoga Allah senantiasa menjaga kita dalam keimanan dan mewafatkan kita dalam keimanan tersebut.