Di Tengah Pergulatan Fitnah Pemikiran

Di era kebebasan informasi saat ini, doa tentang keselamatan agama atau keselamatan iman, sangat perlu terus dipanjatkan sesering mungkin. Sebab, keselamatan iman adalah hal terpenting dalam kehidupan. Olehnya itu, terus kita baca pada setiap rakaat dalam shalat kita; “ihdinas shiratal mustaqiim” (tunjuki dan tetapkanlah kami di atas jalan yang lurus).

Di zaman modern saat ini, dimana berbagai gagasan yang merusak Islam sudah begitu menyebar bagai virus ganas, Umat Islam justru dihadapkan pada tantangan yang sangat berat dalam bidang keilmuan. Khususnya, ilmu untuk membedakan yang haq dan yang bathil. Virus ganas itu bahkan juga telah berdampak pada munculnya berbagai macam fatwa yang sungguh bertolak belakang dengan fatwa-fatwa para ulama sebelumnya. Bermunculan para tokoh agama dengan berbagai gagasan pembaharuan terhadap konstruk dasar keilmuan Islam dengan tujuan memuluskan proyek mereka menerbitkan berbagai fatwa menyimpang tersebut.

Selain meminta ditunjuki dan dikokohkan di atas jalan yang lurus, Allah juga mengarahkan kita untuk meminta agar dijauhkan dari jalan mereka yang dimurkai (al magdhuub ‘alaihim) dan dari jalan mereka yang sesat (ad dhaalliin);

*) Orang-orang yang dimurkai Allah adalah mereka yang sudah tahu kebenaran, tetapi enggan untuk menerimanya. Bahkan mereka kemudian menyembunyikannya atau berusaha mengaburkannya dengan berbagai cara, sehingga yang haq dinilai sebagai bathil dan yang bathil diasumsikan sebagai perkara yang haq. Kaum yang dimurkai ini, bukannya tidak tahu tentang Al Quran. Bahkan, bisa jadi mereka sangat pandai beretorika memainkan dalil-dalil agama untuk menggiring opini public. Umar bin Khatthab radhiyallahu ‘anhu berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda;

إِنَّ أَخْوَفَ مَا أَخَافُ عَلَى أُمَّتِي كُلُّ مُنَافِقٍ ‌عَلِيمِ ‌اللِّسَانِ

“Sesungguhnya hal yang paling sayakhawatirkan menimpa umatku adalah munculnya orang-orang munafik yang pandai beretorika menggunakan dalil-dalil agama”. (HR. Ahmad)

*) Orang-orang yang sesat adalah kelompok yang tidak tahu dan tidak bisa membedakan antara yang haq dan yang bathil, yang benar dan yang salah. Karena ketidaktahuan inilah yang menjadikan mereka menyangka kebenaran itu adalah penyimpangan dan penyimpangan itu adalah kebenaran. Munculnya golongan ini juga tidak lepas dari peran jahat kelompok yang pertama. Mereka adalah korban pemutarbalikan fakta yang dilakukan oleh kelompok yang pertama tadi.

Sekali lagi, di tengah perang pemikiran yang semakin memanas saat ini, sangat perlu bagi setiap kita untuk terus mengulang doa agar ditunjuki dan dikokohkan dalam kebenaran, serta dijauhkan dari kecondongan dan ketergelinciran kepada kelompok yang dimurkai dan kelompok orang-orang yang sesat

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: