Diantara Adab Bertetangga

    0
    78

    Tetangga seperti kerabat. Bahkan kedekatan seseorang dengan tetangganya bisa jadi melebihi kedekatannya dengan karib kerabatnya. Betapa tidak, setiap hari ia berinteraksi dengan tetangganya. Bertegur sapa,  mengobrol bersama, olah raga bersama,  berkirim makanan,  bahkan ada juga yang ke kampus atau ke tempat kerja bersama.

    Islam sebagai agama yang peduli dengan kehidupan sosial dan bermasyarakat telah mengatur etika bertetangga. Etika ini menjadikan hubungan seorang muslim dengan tetangganya berjalan harmonis penuh keakraban.

    Di antara etika atau adab bertetangga yang telah Islam ajarkan antara lain;

    1. Menjalin hubungan dengan baik dengan tetangga

    Hubungan yang baik ini dapat dimunculkan dengan mengucapkan salam, melempar senyum,  bertanya kabar,  memberi ucapan selamat yang dibolehkan syariat dan saling memberi hadiah.

    2. Saling mengunjungi

    Siapapun orangnya akan senang bila dikunjungi oleh tetangganya. Lebih-lebih di saat tetangga sangat membutuhkan kehadiran orang-orang yang mencintainya.  Seperti saat sakit atau tertimpa musibah kematian.

    3. Memberi bantuan jika tetangga membutuhkan

    Adakalanya tetangga kita membutuhkan bantuan. Sebagai tetangga yang baik hendaknya kita bersegera memberi bantuan. Jangan biarkan ia dalam kesulitan. Padahal kita dapat membantunya terlepas dari kesulitan tersebut.

    4. Memberi rasa aman dan nyaman terhadap tetangga

    Hindari perbuatan atau pun perkataan yang membuat tetangga merasa terganggu. Seperti melempar sampah di teras rumah tetangga dan mengeluarkan kata-kata kasar.

    5. Saling nasihat menasihati dalam kebenaran

    Di antara bentuk perhatian sesorang muslim terhadap tetangganya adalah saling nasihat menasihati dalam kebenaran. Bersama di atas kebaikan begitu menyenangkan. Maka selayaknya saling nasihat menasihati dalam kebaikan ini menjadi bagian kita dalam kehidupan bertetangga.

    6. Untukmu agamamu. Untukku Agamaku

    Bisa jadi tidak semua tetangga kita seagama dengan kita. Mungkin di antara mereka ada yang kafir. Hubungan tetangga yang dekat jangan sampai membuat akidah kita rusak. Untukmu agamamu dan untukku agamaku hendaknya menjadi pegangan hidup. Agar tidak ada seorang muslim yang ikut larut merayakan ritual-ritual keagamaan lainnya yang dianut oleh tetangganya yang kafir, seperti natalan dan lain sebagainya.

    ✍️ Penulis : Ustadz Abu Faqih Zainal Abidin, Lc

    Tim Rubrik Kajian Ilmiyah Al Binaa Menyapa