Diantara Bentuk Kasih Dari Nya Yang Maha Penyanyang

Allah azza wa jalla berfirman dalam Al-Quran,

فَوَيْلٌ لِلْمُصَلِّينَ (4) الَّذِينَ هُمْ عَنْ صَلَاتِهِمْ سَاهُونَ

“Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang shalat, (yaitu) orang-orang yang lalai dari shalatnya.”. (QS Al-Ma’un 4-5)

Dalam ayat ini terdapat kata سَاهُونَ yang berasal dari kata dasar سَهَا , yang artinya lupa.

Kata سها  ketika disandingkan dengan kata الصلاة  biasanya diselingi oleh huruf jarr (preposisi) في  atau عن . Sebagai contoh dalam satu hadits, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda;

 إِذَا سَهَا أَحَدُكُمْ فِي صَلاَتِهِ  ….. الحديث

Dalam hadits di atas huruf jarr yang digunakan untuk kata سها  adalah في , sedangkan dalam ayat di atas huruf jarr yang digunakan adalah huruf عن

Perbedaan huruf jarr ini menghasilkan perbedaan makna;

√ Jika سها  disertai huruf jarr في   maka maknanya adalah lupa yang tidak disengaja,

√ sedangkan jika disertai عن  maka ada unsur kesengajaan yang dikandungnya (melalaikan shalat).

Memahami hal tersebut, seharusnya kita bersyukur bahwa Allah azza wa jalla Maha Luas Rahmat-Nya, Maha Besar Kasih Sayang-nya, karena yang Allah ancam dengan kecelakan adalah orang yang سها عن الصلاة , yaitu mereka yang sengaja melalaikan shalat dan menunda-nunda waktu pelaksanaanya. Bukan orang yang سها في الصلاة, yaitu mereka yang lupa karena ketidaksengajaan dalam pelaksanakan shalat, seperti lupa jumlah rakaat, lupa duduk tasyahud dan sebagainya.

Karena lupa merupakan sifat dasar manusia, maka untuk lupa jenis inilah, Allah memberikan kemudahan bagi hamba-nya dengan adanya syariat hukum sujud sahwi.   Sedangkan untuk lupa yang disengaja (lalai), maka Allah memberikan ancaman yang keras. Ancaman ini Allah tujukan kepada orang yang masih melaksanakan shalat tapi lalai. Kalau golongan seperti ini saja Allah berikan ancaman keras, maka kiranya bagaimana hukuman bagi orang yang meninggalkan shalat ?

Demikianlah satu diantara bukti kasih sayang Allah Yang Maha pemurah. Semoga Allah menjadikan kami dan keturunan kami sebagai golongan yang senantiasa menegakkan shalat.

✍️ Penulis : Ustadz Irfan Halim, Lc

Tim Rubrik Kajian Ilmiyah Al Binaa Menyapa

You may also like...

%d bloggers like this: