Pertanyaan :

Ustadz, tolong dijelaskan makna dari surah At Taubah, ayat 84, kaitannya dengan orang munafik, bagaimana aplikasinya untuk zaman sekarang ?

Jawab :

Allah berfirman :

وَلَا تُصَلِّ عَلَىٰٓ أَحَدٍ مِّنْهُم مَّاتَ أَبَدًا وَلَا تَقُمْ عَلَىٰ قَبْرِهِۦٓ ۖ إِنَّهُمْ كَفَرُوا۟ بِٱللَّهِ وَرَسُولِهِۦ وَمَاتُوا۟ وَهُمْ فَٰسِقُونَ

‘Dan janganlah engkau (Muhammad) melaksanakan salat untuk seseorang yang mati di antara mereka (orang-orang munafik), selama-lamanya dan janganlah engkau berdiri (mendoakan) di atas kuburnya. Sesungguhnya mereka ingkar kepada Allah dan Rasul-Nya dan mereka mati dalam keadaan fasik.”. (At Taubah; 84)

Dalam ayat ini, Allah melarang Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk menshalati jenazah orang-orang munafik, melarang memohonkan ampun dan mendoakan jenazahnya. Sebab larangan itu adalah karena mereka wafat dalam keadaan ingkar kepada Allah dan Rasul Nya, meski selama di dunia mereka mengaku sebagai seorang muslim. (Tafsir Ibnu Katsir)

Olehnya barangsiapa yang semasa hidupnya diketahui dan dikenal sebagai orang munafik (orang yang memendam kekafiran), baik dengan pernyataan-pernyataannya atau tindakan-tindakannya, dikenal sebagai simbol dalam perlawanannya menentang syari’at Islam, menyudutkan para ulama, serta berusaha mencelakakan mereka, dan yang semisal dengan itu; maka kelompok munafik seperti inilah yang agama melarang muslim untuk menshalalati jenazahnya dan mendoakannya.

Perlu diketahui bahwa golongan munafik itu ada dua kelompok, yaitu :

  1. Para pelaku dosa yang tidak menyebabkannya keluar dari agama, misalanya; pendusta, orang yang tidak amanah, dan yang semisal dengan itu.
  2. Para pelaku dosa yang menyebabkannya keluar dari agama, misalnya; para penentang syari’at Allah yang telah baku, orang yang memusuhi, menebar kebencian kepada para ulama dan berusaha mencelakakan mereka karena komitmen keberagamaannya, orang yang menyetarakan agama (Al Quran) dengan undang-undang buatan manusia atau bahkan menganggap bahwa undang-undang buatan manusia lebih baik daripada agama.

Golongan yang tidak boleh dishalatkan adalah golongan yang kedua. Wallahul musta’aan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here