Diantara Pesona Islam

    0
    174

    Islam adalah nikmat terbesar yang Allah -ta’ala- berikan kepada manusia dan alam seluruhnya. Allah -ta’ala- berfirman;

    الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الإِسْلاَمَ دِيناً

    “Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu ni`mat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu.” (al-Maaidah; 3)

    Allah -ta’ala- menurunkan Islam untuk menuntun manusia kepada kehidupan yang lebih baik. Allah -ta’ala- berfirman;

    إِنَّ هَـذَا الْقُرْآنَ يِهْدِي لِلَّتِي هِيَ أَقْوَمُ وَيُبَشِّرُ الْمُؤْمِنِينَ الَّذِينَ يَعْمَلُونَ الصَّالِحَاتِ أَنَّ لَهُمْ أَجْراً كَبِيراً

    “Sesungguhnya Al Qur’an ini memberikan petunjuk kepada (jalan) yang lebih lurus dan memberi kabar gembira kepada orang-orang mu’min yang mengerjakan amal saleh bahwa bagi mereka ada pahala yang besar.” (al-Israa’; 9)

    Olehnya, maka tidak satupun ajaran Islam melainkan hal itu adalah baik, berisi tuntunan untuk hidup yang lebih baik. Sebaliknya, tidak satupun jalan yang menyelisihi tunutunan yang mulia ini, melainkan jalan itu adalah sesat, sesak dan kelam. Allah -ta’ala- berfirman;

    وَمَنْ أَعْرَضَ عَن ذِكْرِي فَإِنَّ لَهُ مَعِيشَةً ضَنكاً وَنَحْشُرُهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَعْمَى . قَالَ رَبِّ لِمَ حَشَرْتَنِي أَعْمَى وَقَدْ كُنتُ بَصِيراً . قَالَ كَذَلِكَ أَتَتْكَ آيَاتُنَا فَنَسِيتَهَا وَكَذَلِكَ الْيَوْمَ تُنسَى

    “Dan barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta. Ketika itu berkatalah ia: “Ya Tuhanku, mengapa Engkau menghimpunkan aku dalam keadaan buta, padahal aku dahulunya adalah seorang yang melihat?.” Allah berfirman: “Demikianlah, telah datang kepadamu ayat-ayat Kami, maka kamu melupakannya, dan begitu (pula) pada hari ini kamupun dilupakan”. (Thaaha; 124-126)

    فَمَن يُرِدِ اللّهُ أَن يَهْدِيَهُ يَشْرَحْ صَدْرَهُ لِلإِسْلاَمِ وَمَن يُرِدْ أَن يُضِلَّهُ يَجْعَلْ صَدْرَهُ ضَيِّقاً حَرَجاً كَأَنَّمَا يَصَّعَّدُ فِي السَّمَاء كَذَلِكَ يَجْعَلُ اللّهُ الرِّجْسَ عَلَى الَّذِينَ لاَ يُؤْمِنُونَ

    “Barangsiapa yang Allah hendak memberinya petunjuk, niscaya Dia melapangkan dadanya untuk (memeluk agama) Islam. Dan barangsiapa yang Allah kehendaki kesesatan baginya, niscaya Allah menjadikan dadanya sesak lagi sempit, seolah-olah ia sedang mendaki ke langit. Begitulah Allah menimpakan siksa kepada orang-orang yang tidak beriman.”. (al-An’am; 125)

    Maka Diantara kebaikan dan keindahan Islam,

    ketika Allah -ta’ala- menyuruh hamba-Nya untuk bersatu dan saling tolong menolong dalam kebaikan. Sebaliknya, Allah -ta’ala- melarang hamba-Nya untuk bercerai-berai dan saling bermusuhan. Allah -ta’ala- berfirman;

    وَاعْتَصِمُواْ بِحَبْلِ اللّهِ جَمِيعاً وَلاَ تَفَرَّقُواْ

    “Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai.” (ali-Imraan; 103). Rasulullah -shallallahu ‘alaihi wasallam- bersabda;

    الْمُؤْمِنَ لِلْمُؤْمِنِ كَالْبُنْيَانِ يَشُدُّ بَعْضُهُ بَعْضًا

    “Seorang mukmin dengan mukmin yang lainnya adalah ibarat sebuah bangunan yang saling mengokohkan antara yang satu dengan yang lainnya.”[HR. Bukhari].

    Diantara kebaikan dan keindahan Islam,

    Islam mengajarkan kepada pemeluknya agar tidak berlaku dzhalim kepada seseorang, sebaliknya berlaku adil bahkan kepada musuh sekalipun. Allah -ta’ala- berfirman;

    إِنَّ اللّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالإِحْسَانِ وَإِيتَاء ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاء وَالْمُنكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ

    “Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat kebajikan, memberi kepada kaum kerabat, dan Allah melarang dari perbuatan keji, kemungkaran dan permusuhan. Dia memberi pengajaran kepadamu agar kamu dapat mengambil pelajaran.” (an-Nahl; 90)

    يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ كُونُواْ قَوَّامِينَ لِلّهِ شُهَدَاء بِالْقِسْطِ وَلاَ يَجْرِمَنَّكُمْ شَنَآنُ قَوْمٍ عَلَى أَلاَّ تَعْدِلُواْ اعْدِلُوا هُوَ أَقْرَبُ لِلتَّقْوَى وَاتَّقُواْ اللّهَ إِنَّ اللّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ

    “Hai orang-orang yang beriman, hendaklah kamu jadi orang-orang yang selalu menegakkan (kebenaran) karena Allah, menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (al-Maaidah; 8)

    Diantara kebaikan dan keindahan Islam,

    Islam mengajarkan kepada pemeluknya agar saling memaafkan dan tidak menyimpan hasad serta permusuhan. Allah -ta’ala- berfirman;

    وَلْيَعْفُوا وَلْيَصْفَحُوا أَلَا تُحِبُّونَ أَنْ يَغْفِرَ اللَّهُ لَكُمْ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ

    “Hendaklah mereka mema`afkan dan berlapang dada (terhadap orang yang bersalah kepada mereka). Apakah kamu tidak ingin bahwa Allah mengampunimu?. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (an-Nuur; 22). Rasulullah -shallallahu ‘alaihi wasallam- bersabda;

    إِيَّاكُمْ وَالظَّنَّ فَإِنَّ الظَّنَّ أَكْذَبُ الْحَدِيثِ وَلَا تَحَسَّسُوا وَلَا تَجَسَّسُوا وَلَا تَحَاسَدُوا وَلَا تَدَابَرُوا وَلَا تَبَاغَضُوا وَكُونُوا عِبَادَ اللَّهِ إِخْوَانًا

    “Berhati-hatilah terhadap prasangka, karena sesungguhnya prasangka itu adalah sedusta-dustanya perkataan. Janganlah kalian saling mencari-cari kesalahan, saling hasad, saling berpaling dan saling bermusuhan. Namun jadilah kalian seluruhnya sebagai hamba-hamba Allah -ta’ala- yang bersaudara.”[HR. Bukhari].

    مَنْ سَتَرَ مُسْلِمًا سَتَرَهُ اللَّهُ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ وَاللَّهُ فِي عَوْنِ الْعَبْدِ مَا كَانَ الْعَبْدُ فِي عَوْنِ أَخِيهِ

    “Barangsiapa menutupi aib saudaranya, niscaya Allah -ta’ala- pun akan menutup aibnya di dunia dan di akhirat. Sesungguhnya Allah -ta’ala- akan senantiasa membantu seseorang selama orang itu –pun senantiasa membantu saudaranya.”[HR. Muslim].

    Diantara kebaikan dan keindahan Islam,

    Islam mengajarkan kepada penganutnya agar menjaga perilaku dan perkataan agar tidak menyakiti seseorang. Allah -ta’ala- berfirman;

    وَالَّذِينَ يُؤْذُونَ الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ بِغَيْرِ مَا اكْتَسَبُوا فَقَدِ احْتَمَلُوا بُهْتَاناً وَإِثْماً مُّبِيناً

    “Dan orang-orang yang menyakiti orang-orang mu’min dan mu’minat tanpa kesalahan yang mereka perbuat, maka sesungguhnya mereka telah memikul kebohongan dan dosa yang nyata.”. (al Ahzaab; 58). Rasulullah -shallallahu ‘alaihi wasallam- bersabda;

    مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَلْيَقُلْ خَيْرًا أَوْ لِيَصْمُتْ

    “Barangsiapa beriman kepada Allah -ta’ala- dan hari akhir maka hendaklah ia berkata baik atau diam.”[HR. Bukhari].

    Diantara kebaikan dan keindahan Islam,

    Islam menyuruh kita untuk menghormati dan menghargai orang lain; tidak menghina dan menyepelekan saudara kita. Maka cukuplah celaan bagi orang-orang yang senantiasa menyepelekan saudaranya, ketika Rasulullah -shallallahu ‘alaihi wasallam- bersabda;

    لَا يَدْخُلُ الْجَنَّةَ مَنْ كَانَ فِي قَلْبِهِ مِثْقَالُ ذَرَّةٍ مِنْ كِبْرٍ

    “Tidak masuk Surga seorang yang ada kesombongan seberat biji zarrah di dalam hatinya”. Selanjutnya, Rasulullah -shallallahu ‘alaihi wasallam- bersabda menjelaskan defenisi dari sombong;

    الْكِبْرُ بَطَرُ الْحَقِّ وَغَمْطُ النَّاسِ

    “Kesombongan itu adalah menolak kebenaran dan meremehkan manusia.”[HR. Muslim].

    Diantara kebaikan dan keindahan Islam,

    Diwajibkan dalam Islam menghormati seorang yang telah tua usianya. Rasulullah -shallallahu ‘alaihi wasallam- bersabda;

    لَيْسَ مِنَّا مَنْ لَمْ يُوَقِّرْ كَبِيرَنَا وَيَرْحَمْ صَغِيرَنَا

    “Tidak termasuk dalam golonganku seorang yang tidak menghormati orang yang telah tua usianya dari kalangan kaum muslimin; dan tidak pula masuk dalam golonganku seorang yang tidak menyayangi anak-anak kecil dari kaum muslimin.”[HR. Ahmad]. Rasulullah -shallallahu ‘alaihi wasallam- bersabda;

    إن من إجلال الله إكرامَ ذي الشيبة المسلم

    “Termasuk dalam pengagungan kepada Allah -ta’ala-, yaitu menghormati orang-orang tua kaum muslimin.”[HR. Abu Daud].

    Demikian, sebagian dari pesona Islam sebagai rahmat bagi seluruh alam. Seluruh ajaran mulia itu terpendam dalam rangkaian ayat-ayat suci lagi mulia.