Generasi Rabbani, Generasi Dambaan

    0
    57

    Generasi Rabbani , mendengar kata itu, siapapun dari kalangan muslim akan terpanggil hatinya untuk menjadi satu diantara bagian generasi tersebut.

    Hanya saja, tidak sedikit dari mereka yang ternyata tidak atau kurang memahami apa sesungguhnya makna dari kata Rabbani  yang lekat dengan kata tersebut.

    Kata “rabbani” berasal dari kata “rabba” – “yarubbu”, yang berarti mencipta, memelihara,  merawat, dan makna-makna lain yang serupa.

    Kata “Ar Rabb” adalah satu diantara nama Allah, yang mengandung makna seperti yang telah disebutkan.

    Bila kata tersebut ditambahkan huruf  “Ya” nisbah (Rabbiy), maka pengertiannya adalah;

    مَنْسُوبٌ إِلى الرَّبِّ

    “Seorang yang dinisbahkan kepada Rabb (Allah)”, maksudnya memiliki kedekatan dengan Nya.

    Adapun kata “Rabbaniy”, maka pengertiannya adalah ;

    الْمَوْصُوفُ بِعِلْمِ الرَّبِّ

    “Seorang yang memiliki ilmu yang luas tentang Allah.”. Sama halnya ketika dikatakan;

    رَجُلٌ شَعْرانِيٌّ، ولِحْيانِيٌّ

    Maksudnya adalah seorang yang memiliki banyak sya’r (rambut) dan memiliki banyak lihyah (jenggot).

    Selian itu, ada juga yang berkata bahwa “Rabbaniy” adalah ;

    العالِم، العامِلُ، المُعَلِّمُ

    “Seorang yang berilmu, mengamalkan ilmunya dan mengajarkannya.”.

    Seluruh defenisi ini dapat kita temukan diantaranya di dalam kitab Lisaanul ‘Arab . Di dalam kitab itu disebutkan banyak lagi pendapat ulama berkenaan dengan pengertian kata “rabbaniy” ini, dan dari sekian defenisi yang disebutkan maka disimpulakan bahwa sifat ini disematkan kepada seorang yang memiliki 3 karakter dasar, yaitu; ilmu, amal dan dakwah.

    Tiga komponen yang disebutkan manakala lekat pada diri seseorang, maka niscaya hal itulah yang akan memasukkan mereka dalam jajaran “rabbaniyyuun”. Dan generasi rabbaniyyiin, mereka itulah generasi yang beruntung dan tidak akan merugi. Allah berfirman;

    وَالْعَصْرِ (1) إِنَّ الْإِنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ (2) إِلَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ

    “Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.”.

    • Iman yang lahir dari ilmu yang benar
    • Amal shaleh
    • Semangat dakwah

    Tiga komponen tadi, yang diiringi dengan kesabaran dalam menjalankannya; demikianlah ciri generasi rabbaniy. Mari tengok diri kita. Semoga kita masuk dalam jajaran generasi tersebut.