Gerakan 4T

Diantara hal yang patut kita syukuri bahwa di tengah masyarakat kita semakin berkembang gerakan membaca Al Quran (tilawatul Quran) dan menghafal Al Quran (tahfidzhul Quran). Fenomena ini adalah sebuah karunia yang seharusnya membuat kita semakin bersyukur, dan orang-orang yang bersyukur, niscaya Allah akan beri tambahan karunia kepadanya. Allah berfirman:

لَئِن شَكَرۡتُمۡ ‌لَأَزِيدَنَّكُمۡ

“Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu”. (Surah Ibrahim, ayat 7)

Satu diantara bentuk kesyukuran itu adalah upaya untuk meningkatkan kualitas tilaawah dan tahfidz tersebut menjadi tafhiimul Quran dan tathbiiqul Quran. Sebab, Al Quran itu adalah kalaamullah yang berisi petunjuk hidup. Membacanya saja mendapat pahala, terlebih menghafal, mempelajari, memahami dan menerapkannya dalam kehidupan.

Al Quran diturunkan sebagai petunjuk hidup. Sebagai petunjuk hidup, Al Quran berisi konsep-konsep kehidupan yang paripurna. Konsep-konsep tersebut bertujuan membimbing manusia kepada keadaan yang terbaik, di dunia hingga mencapai finishnya di kehidupan akhirat. Allah berfirman:

‌شَهۡرُ ‌رَمَضَانَ ٱلَّذِيٓ أُنزِلَ فِيهِ ٱلۡقُرۡءَانُ هُدٗى لِّلنَّاسِ وَبَيِّنَٰتٖ مِّنَ ٱلۡهُدَىٰ وَٱلۡفُرۡقَانِ 

“Bulan Ramadan adalah (bulan) yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an, sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang benar dan yang batil).” (Surah Al Baqarah, ayat 185)

إِنَّ هَٰذَا ٱلۡقُرۡءَانَ يَهۡدِي لِلَّتِي ‌هِيَ ‌أَقۡوَمُ وَيُبَشِّرُ ٱلۡمُؤۡمِنِينَ ٱلَّذِينَ يَعۡمَلُونَ ٱلصَّٰلِحَٰتِ أَنَّ لَهُمۡ أَجۡرٗا كَبِيرٗا

“Sungguh, Al-Qur’an ini memberi petunjuk ke (jalan) yang paling lurus dan memberi kabar gembira kepada orang mukmin yang mengerjakan kebajikan, bahwa mereka akan mendapat pahala yang besar” (Surah Al Israa, ayat 9)

Sebagai muslim yang telah mengiqrarkan dua kalimat syahadat, maka setiap kita yakin sepenuhnya akan kebenaran dan keunggulan konsep-konsep Al Quran. Misalnya, konsep tentang manusia. Konsep manusia dalam Islam adalah jelas sebagaimana yang dinyatakan di dalam Al Quran, sebagai hamba Allah dan khalifah di muka bumi. Allah berfirman:

وَمَا ‌خَلَقۡتُ ‌ٱلۡجِنَّ وَٱلۡإِنسَ إِلَّا لِيَعۡبُدُونِ

“Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku.”. (Surah Ad Dzariyaat, ayat 56)

وَإِذۡ قَالَ رَبُّكَ لِلۡمَلَٰٓئِكَةِ إِنِّي جَاعِلٞ فِي ٱلۡأَرۡضِ ‌خَلِيفَةٗۖ

“Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat, “Aku hendak menjadikan khalifah di bumi.” (Surah Al Baqarah, ayat 30)

Konsep ini secara diametral bertentangan dengan konsep ‘manusia purba’ yang dikhayalkan sebagai bentuk peralihan dari monyet ke manusia (teori Darwin). Dalam konsep Darwin ini, yang ditonjolkan dari manusia adalah sisi kebinatangannya. Sedangkan dalam Islam yang ditonjolkan adalah sisi penghambaannya kepada Pencipta alam semesta dan misi keberadaannya di muka bumi sebagai pembawa peradaban. Maka kesalahan dalam memahami konsep ini akan berimplikasi kepada kekeliruan konsep tentang kebutuhan manusia, konsep tentang kebahagiaan, dan yang lainnya.   

Diantara konsep Islam adalah konsep tentang kemuliaan. Di dalam Al Quran dinyatakan bahwa manusia termulia di sisi Allah adalah yang paling bertakwa. Tetapi benarkah konsep ini diterapkan secara benar dalam kehidupan kita ?. Atau justru kemuliaan itu diukur dari materi yang dimiliki oleh seseorang, semakin banyak harta seseorang semakin ia akan dimuliakan dalam masyarakat?.

Demikianlah juga tentang konsep kemajuan. Misalnya dalam mendefenisikan negara maju, yaitu: negara yang menikmati standar hidup yang relatif tinggi melalui teknologi tinggi dan ekonomi yang merata. Coba sandingkan defenisi ini dengan negara Madinah di masa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, yang mengusung konsep ‘orang yang paling mulia adalah mereka yang paling bertakwa’ (Surah Al Hujuraat, ayat 13), ‘Allah tidak menilai kalian dari bentuk fisik kalian, tapi yang Ia nilai dari kalian adalah ketakwaan yang mengakar dalam hati-hati kalian’. (HR. Muslim)

Demikian sedikit contoh dari konsep kehidupan yang diusung Islam dalam Al Quran. Untuk menjalankannya secara benar dan untuk meyakinkan orang-orang tentang konsep ini, dibutuhkan ilmu dan pemahaman yang benar dan mendalam; ’tilawatul Quran, tahfiidzhul Quran, tafhiimul Quran dan Tathbiiqul Quran.

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: