Hadits 10

عن عائشةَ رضي الله عنها قالتْ: كان رسولُ الله – صلى الله عليه وسلم – : يُعجبُه التَّيَمُّنُ في تَنَعُّلِه، وتَرَجُّلِهِ، وطُهُورِه، وفي شأنه كلِّه

 Dari Aisyah radhiyallahu ‘Anha, Beliau berkata; “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam senang mendahulukan anggota tubuh yang kanan ketika memakai sendal, ketika sisir, ketika bersuci dan pada setiap aktifitasnya

Penjelasan

Hadits ini menjelaskan anjuran memulai dengan membasuh anggota tubuh bagian kanan ketika berwudhu, sebelum membasuh anggota tubuh bagian kiri.  Demikianlah hal yang disenangi oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam;

 

Pada hal-hal yang terkait dengan sesuatu yang bersih atau yang semakna dengan itu, maka dianjurkan melaksanakan atau mulai melaksanakannya dengan anggota tubuh bagian kanan. Contoh; ketika memakai sendal, ketika merapikan rambut, masuk masjid, keluar wc, dan yang semisal.

 

Adapun pada hal-hal yang terkait dengan sesuatu yang kotor atau yang semakna dengan itu,  maka dianjurkan melaksanakan atau mulai melaksanakannya dengan anggota tubuh bagian kiri. Contoh; melepas sendal, keluar masjid, masuk wc, dan yang semisal.

 

Dari penjelasan ini dipahami bahwa maksud dari pernyataan Aisyah radhiyallahu ‘anha, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam senang mendahulukan anggota tubuh yang kanan … pada setiap aktifitasnya.”, adalah pada setiap aktifitas yang terkait dengan sesuatu yang bersih atau yang semakna dengan itu. Bukan pada hal yang terkait dengan sesuatu yang kotor atau yang semakna dengan itu. Imam Nawawi -rahimahullah- berkata;

 

قاعدة الشرع المستمرة استحباب البداءة باليمين، في كل ما كان من باب التكريم والتزين وما كان بضدها استحب فيه التياسر

 

“Telah menjadi sebuah ketetapan baku dalam agama bahwa pada hal-hal yang terkait dengan sesuatu yang bersih atau yang semakna dengan itu, maka dianjurkan melaksanakan atau mulai melaksanakannya dengan anggota tubuh bagian kanan. Adapun yang merupakan kebalikan dari hal tersebut, maka dianjurkan melaksanakan atau mulai melaksanakannya dengan anggota tubuh bagian kiri.”.

 

Bila ada seorang yang ketika berwudhu mulai membasuh anggota tubuh bagian kirinya, maka status wudhu yang dilakukannya adalah sah, tetapi tidak sesuai dengan sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Imam An Nawawi rahimahullah berkata;

 

أجمع العلماء على أن تقديم اليمنى في الوضوء سنة، من خالفهما فاته الفضل وتم وضوءه

 

“Para ulama telah sepakat menyatakan bahwa mendahulukan bagian kanan ketika berwudhu adalah sunnah. Barangsiapa yang menyelisihinya, maka meski wudhunya sah, namun akan berkurang keutamaan wudhu yang didapatkannya.”. Senada dengan itu, imam Ibnu Qudamah di dalam “Al Mughni” juga berkata bahwa hal yang diutarakan tadi telah menjadi sebuah kesepakatan di kalangan para ulama.

BAca juga

artikel-Artikel Lainnya

Tanda Bekas Sujud

Pertanyaan : Diantara ciri orang-orang beriman pengikut Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah sebagaimana deskripsi Allah tentang mereka; ‌سِيمَاهُمۡ فِي وُجُوهِهِم مِّنۡ أَثَرِ ٱلسُّجُودِۚ Pada wajah

Read More »

Tidur, Batal Wudhu ?

Pertanyaan : Assalamu alaikum ustadz, Bagaimana jika kita sudah berwudhu kemudian kita tertidur, apakah batal wudhu kita. Jazakallahu khairan ustadz Jawab : Tertidur itu ada dua

Read More »

Tetap Berada Dalam Pusaran Kebaikan

Ketika fitnah menimpa ummul mukminin Aisyah radhiyallahu anhu, salah seorang sahabat bernama Misthoh Ibn Utsatsah ikut terseret dalam fitnah tersebut dan turut serta menyebarkannya, hingga kabar

Read More »

Al Muwaalaat Ketika Shalat

عَنْ بَقِيَّةَ، عَنْ بَحِيْر بن سَعْدٍ، عَنْ خَالِدِ بنِ مَعْدَانَ، عَنْ بَعْضِ أَصْحَابِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّم َ: أَن النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّم َ

Read More »

Tertib Dalam Wudhu, Wajibkah ?

Diantara masalah kontroversi dalam bahasan tata cara wudhu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah syari’at melaksanakan wudhu secara tertib (berurut) sebagaimana disebutkan dalam Al Quran dan

Read More »

Share this:

Like this:

Like Loading...
%d bloggers like this: