Hukum Memajang Kaligrafi

    0
    132
    Pertanyaan :

    Apa boleh menjadikan ayat Al Quran sebagai hiasan pajangan di dinding (kaligrafi)?.

    Jawaban :

    Al Quran adalah kumpulan dari perkataan Allah yang Ia turunkan sebagai petunjuk hidup bagi seluruh umat manusia, khususnya orang-orang beriman diantara mereka. Demikianlah tujuan diturunkannya Al Quran.

    Karena kedudukannya sebagai kalaamullah (firman Allah), maka wajib bagi setiap muslim memuliakannya dan tidak melakukan hal-hal yang dapat atau berpotensi menghinakannya.

    Cara untuk memuliakan Al Quran adalah dengan membaca, mempelajari dan mengamalkan isi serta kandungannya.

    Diantara cara memuliakan Al Quran adalah dengan menulisnya secara jelas hingga dapat dibaca dan dipelajari untuk diamalkan.

    Diantara cara memuliakan Al Quran adalah dengan menempatkannya pada tempat-tempat yang baik, dan bukan pada tempat-tempat yang rentan menjadikannya hina (di lantai tempat orang berlalu-lalang dengan kaki-kaki mereka, dan yang semisalnya)

    Demikianlah beberapa contoh pemuliaan terhadap Al Quran. Olehnya jika ada orang / pihak yang ;

    1. Menfungsikan Al Quran hanya sebagai hiasan, tidak bisa membacanya, terlebih untuk mempelajari dan memahaminya,
    2. Menulis ayat-ayat Al Quran dengan tulisan yang tidak bisa atau sukar dibaca,
    3. Menempatkan tulisan ayat-ayat Al Quran bersama tumpukan aksesoris rumah sebelum digantung, dan yang semisalnya

    dengan tindakan ini, disadari atau tidak, dia telah melakukan hal yang tidak sejalan dengan upaya memuliakan Al Quran.

    Olehnya maka mayoritas ulama menyatakan bahwa hukum menjadikan Al Quran sebagai hiasan atau pajangan adalah makruh.

    Imam Nawawi rahimahullah salah seorang tokoh ulama bermadzhab syafi’ie berkata :

    مذهبنا أنه يُكره نقش الحيطان والثياب بالقرآن، وبأسماء الله تعالى

    “Pendapat yang diyakini dalam madzhab kami menyatakan bahwa hukum menulis Al Quran dan nama-nama Allah dengan mengukirnya pada dinding dan pakaian adalah makruh.” (At Tibyaan; 172) . Perkataan Beliau yang lain :

    لا تجوزُ كتابة القرآن بشيءٍ نجسٍ، وتُكره كتابته على الجدران عندنا

    “Kami berpendapat bahwa hukum menulis Al Quran dengan sesuatu yang najis adalah haram dan hukum menuliskannya di tembok (tidak dengan sesuatu yang najis) adalah makruh.” (At Tibyaan; 190). Perkataan Beliau yang lain :

    ويكره كتابته على الحيطان سواء المسجد وغيره

    “Hukum menuliskan ayat-ayat Al Quran pada tembok masjid atau yang selainnya adalah makruh.”. (Raudhatul At Thaalibiin; 1/80)

    Imam As Suyuuthi rahimahullah berkata :

    قال أصحابنا: وتكره كتابته على الحيطان، والجدران، وعلى السقوف أشدّ كراهة

    “Ulama-ulama dalam madzhab kami (madzhab syafi’ie) berpendapat bahwa hukum menulis ayat-ayat Al Quran di atas dinding atau tembok adalah sangat makruh.”. (Al Itqaan Fi ‘Uluumil Quran, 4/183)

    Bertolak dari keterangan-keterangan tadi maka sudah sepantasnya bagi seorang mukmin menjauhkan dirinya dari perkara-perkara yang berpotensi menjatuhkan dirinya pada perkara yang dilarang oleh agama, diantaranya dengan tidak menjadikan tulisan Al Quran sebagai pajangan dan hiasan.

    Wallahu a’lam bis shawaab

    Lihat rinciannya di link ini