Hukum membayar zakat harta sebelum tiba haulnya

    0
    256

    Ulama berbeda pendapat dalam masalah ini. Sebagian mereka berpandangan bahwa tidak dibenarkan bagi seorang membayar zakat sebelum tiba haulnya karena demikian itulah syarat wajibnya zakat. Rasulullah ––shallallahu ‘alaihi wasallam- bersabda:

    مَنْ اسْتَفَادَ مَالًا فَلَا زَكَاةَ عَلَيْهِ حَتَّى يَحُولَ عَلَيْهِ الْحَوْلُ عِنْدَ رَبِّهِ

    “Barang siapa yang memanfaatkan harta, maka tidak ada zakat baginya sampai genap satu tahun pada pemiliknya.”. (HR. Tirmidzi).

    Namun kebanyakan ulama dan pendapat inilah yang lebih kuat in sya Allah tidaklah memandang kandungan hadits ini sebagai syarat bolehnya mengeluarkan zakat.

    Kapan seorang wajib membayar zakat ?. Jawaban dari pertanyaan inilah yang dinyatakan dalam hadits tersebut, yaitu ketika harta yang telah mencapai nishab itu telah sampai satu haul.

    Jika sebelum sampai satu haul telah mencapai nishab, bolehkah menyegerakannya ?. Kebanyakan ulama -sebagaimana yang telah disebutkan- menyatakan boleh. Dalil dari hukum tersebut adalah perlakuan Nabi –shallallahu ‘alaihi wasallam- yang memungut zakat dari pamannya sebelum tiba haulnya, sebagaimana disebutkan oleh imam Tirmidzi –rahimahullah-:

     أَنَّ الْعَبَّاسَ سَأَلَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي تَعْجِيلِ صَدَقَتِهِ قَبْلَ أَنْ تَحِلَّ فَرَخَّصَ لَهُ فِي ذَلِكَ

    “Abbas bin Abdul Muthalib minta ijin untuk menyegerakan pengeluaran zakatnya sebelum datang haul, maka Rasulullah -shallallahu ‘alaihi wa sallam- memberinya izin untuk melakukannya.”. (HR Tirmidzi)

    Kesimpulan :

    Boleh menyegerakan membayar zakat harta sebelum tiba haulnya, jika nominal harta itu telah mencapai nishab. Khususnya di masa musibah global seperti saat ini, maka dianjurkan menyegerakan pembayaran zakat harta agar dapat digunakan untuk membantu saudara-saudara kita yang tengah terdampak musibah ini.

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here