Ia dan Mereka Berkeinginan Kepada Kalian

    0
    113

    Dalam surah An Nisaa, ayat 27, Allah berfirman :

    وَٱللَّهُ ‌يُرِيدُ ‌أَن ‌يَتُوبَ عَلَيۡكُمۡ وَيُرِيدُ ٱلَّذِينَ يَتَّبِعُونَ ٱلشَّهَوَٰتِ أَن تَمِيلُواْ مَيۡلًا عَظِيمٗا

    “Dan Allah hendak menerima taubatmu, sedang orang-orang yang mengikuti hawa nafsunya bermaksud supaya kamu berpaling sejauh-jauhnya (dari kebenaran).”.

    Segala sesuatu Allah ciptakan berpasang-pasangan. Demikianlah sunnah dan ketentuan Allah. Kebaikan Allah ciptakan sebagai lawan dari keburukan. Dan Kemudahan Allah ciptakan sebagai lawan dari kesulitan.

    Kesuksesan yang identik dengan kemudahan tidaklah akan diraih melainkan dari sebuah proses yang tidak gampang dan sederhana. Sebaliknya untuk menjadi gagal, seorang tidak perlu bersusah-susah mengerahkan potensinya untuk menjadi gagal; abaikan saja seluruh proses yang harus dilakukan, dan waktulah yang akan mengantarnya ke gerbang kegagalan itu.

    Seluruh pihak yang membersamai Anda di muka bumi ini sepanjang hayat terbagi ke dalam dua versi; masing-masing ingin agar Anda berada dalam versi yang mereka inginkan.

    Allah berfirman :

    وَٱللَّهُ ‌يُرِيدُ ‌أَن ‌يَتُوبَ عَلَيۡكُمۡ

    “Dan Allah hendak menerima taubatmu”. (An Nisaa; 27)

    ‌ ‌يُرِيدُ ‌ٱللَّهُ أَن يُخَفِّفَ عَنكُمۡ

    “Allah hendak memberikan keringanan kepadamu”. (An Nisaa; 28)

    يُرِيدُ ‌ٱللَّهُ بِكُمُ ٱلۡيُسۡرَ

    “Allah menghendaki kemudahan bagimu”. (Al Baqarah; 185)

    Demikianlah kehendak Allah dari agama yang dijadikannya sebagai petunjuk untuk menuntun hamba-Nya. Allah berfirman :

    إِنَّ هَٰذَا ٱلۡقُرۡءَانَ يَهۡدِي لِلَّتِي هِيَ ‌أَقۡوَمُ وَيُبَشِّرُ ٱلۡمُؤۡمِنِينَ ٱلَّذِينَ يَعۡمَلُونَ ٱلصَّٰلِحَٰتِ أَنَّ لَهُمۡ أَجۡرٗا كَبِيرٗا

    “Sesungguhnya Al Quran ini memberikan petunjuk kepada (jalan) yang lebih lurus dan memberi khabar gembira kepada orang-orang Mu’min yang mengerjakan amal saleh bahwa bagi mereka ada pahala yang besar”. (Al Israa; 9)

    Adapun fraksi yang berlawanan dengan itu, maka Allah berfirman :

    وَيُرِيدُ ٱلَّذِينَ يَتَّبِعُونَ ٱلشَّهَوَٰتِ أَن تَمِيلُواْ مَيۡلًا عَظِيمٗا

    “Sedang orang-orang yang mengikuti hawa nafsunya bermaksud supaya kamu berpaling sejauh-jauhnya (dari kebenaran).”. (Al Israa; 9)

    وَيُرِيدُ ‌ٱلشَّيۡطَٰنُ أَن يُضِلَّهُمۡ ضَلَٰلَۢا بَعِيدٗا

    sesungguhnya syaithan sangat berambisi menyesatkan mereka (dengan) penyesatan yang sejauh-jauhnya.” (an-Nisa’: 60).

    يَٰبَنِيٓ ءَادَمَ لَا يَفۡتِنَنَّكُمُ ‌ٱلشَّيۡطَٰنُ كَمَآ أَخۡرَجَ أَبَوَيۡكُم مِّنَ ٱلۡجَنَّةِ يَنزِعُ عَنۡهُمَا لِبَاسَهُمَا لِيُرِيَهُمَا سَوۡءَٰتِهِمَآۚ

    “Wahai anak cucu Adam! Janganlah sampai kamu tertipu oleh setan sebagaimana halnya dia (setan) telah mengeluarkan ibu bapakmu dari surga, dengan menanggalkan pakaian keduanya untuk memperlihatkan aurat keduanya.”. (Al A’raaf; 27)

    Demikianlah kehendak syaitahan dari seruan dan propagandanya. Abaikanlah seluruh aturan dan norma yang benar, hiduplah sesuka kalian untuk sampai pada sebuah kekekalan.

    Satu dari dua versi seruan mana yang menjadi pilihan Anda ?. Jawabannya berpulang kepada Anda. Namun Allah ingatkan seluruh manusia,

    وَمَن يَتَّخِذِ ٱلشَّيۡطَٰنَ وَلِيّٗا مِّن دُونِ ٱللَّهِ فَقَدۡ خَسِرَ خُسۡرَانٗا مُّبِينٗا . يَعِدُهُمۡ وَيُمَنِّيهِمۡۖ وَمَا يَعِدُهُمُ ‌ٱلشَّيۡطَٰنُ إِلَّا غُرُورًا . أُوْلَٰٓئِكَ مَأۡوَىٰهُمۡ جَهَنَّمُ وَلَا يَجِدُونَ عَنۡهَا مَحِيصٗا

    “Barangsiapa yang menjadikan syaitan menjadi pelindung selain Allah, maka sesungguhnya ia menderita kerugian yang nyata. Syaitan itu memberikan janji-janji kepada mereka dan membangkitkan angan-angan kosong pada mereka, padahal syaitan itu tidak menjanjikan kepada mereka selain dari tipuan belaka. Mereka itu tempatnya Jahannam dan mereka tidak memperoleh tempat lari dari padanya.”. (An Nisa’; 119-121)