Ibumu, Kemudian Ibumu, Kemudian Ibumu

    0
    504

    Mendapatkan kedua orang tua masih hidup adalah nikmat yang teramat besar, berkesempatan untuk berbakti kepada ibu sekaligus berbakti kepada ayah.

    Seorang anak berkewajiban untuk berbakti kepada keduanya, hanya saja perhatian untuk berbakti kepada ibu harus jauh lebih besar dari berbakti kepada ayah. Hal ini sebagaimana tersirat dari hadits yang menceritakan datangnya seorang pemuda kepada Rasulullah shollallahu alaihi wa sallam, dia bertanya:

    يَا رَسُولَ اللَّهِ، ‌مَنْ ‌أَحَقُّ ‌النَّاسِ بِحُسْنِ صَحَابَتِي؟ قَالَ: «أُمُّكَ» قَالَ: ثُمَّ مَنْ؟ قَالَ: «ثُمَّ أُمُّكَ» قَالَ: ثُمَّ مَنْ؟ قَالَ: «ثُمَّ أُمُّكَ» قَالَ: ثُمَّ مَنْ؟ قَالَ: ثُمَّ أَبُوكَ

    “Wahai Rasulullah, siapakah orang yang paling berhak mendapatkan perlakuan baik dariku? Beliau menjawab: (( Ibumu )), pemuda itu bertanya lagi, kemudian siapa? Beliau menjawab: (( Ibumu )), pemuda itupun bertanya lagi, kemudian siapa? Beliau menjawab: (( Ibumu )), pemuda itu bertanya untuk yang keempat kali, kemudian siapa? Beliau menjawab: (( Ayahmu )).”. (HR. Bukhari)

    Pelajaran dari hadits ini adalah bahwa ibu memiliki  hak tiga kali lipat daripada yang dimiliki ayah. Di antara sebab lebih besarnya hak ibu atas ayah adalah karena kesulitan dan beban yang dipikul ibu ketika mengandung, kemudian melahirkan dan ditambah dengan menyusui. Tiga hal ini dipikul oleh ibu sendirian. Hal ini sebagaimana yang diisyaratkan dalam Al-Quran, Allah azza wa jalla berfirman:

    وَوَصَّيۡنَا ٱلۡإِنسَٰنَ بِوَٰلِدَيۡهِ حَمَلَتۡهُ أُمُّهُۥ وَهۡنًا عَلَىٰ وَهۡنٖ وَفِصَٰلُهُۥ فِي عَامَيۡنِ أَنِ ٱشۡكُرۡ لِي وَلِوَٰلِدَيۡكَ إِلَيَّ ٱلۡمَصِيرُ

    “Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu-bapaknya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu.”. (QS Luqman : 14)

    Dalam ayat di atas, Allah azza wa jalla menyamakan antara ibu dan ayah dalam hal wasiat untuk berbuat baik kepada keduanya, tetapi mengkhususkan ibu dalam tiga hal di atas.

    Dari sini, para ulama menyebutkan bahwa hak ibu untuk mendapat bakti anak didahulukan atas hak ayah ketika terjadi petentangan antara keduanya.

    Wallahu a’lam 

    ✍️ Penulis : Ustadz Irfan Halim, Lc

    Tim Rubrik Kajian Ilmiyah Al Binaa Menyapa


    Donasi Pembangunan Masjid