Ilmu Yang Bermanfaat, Buah Dari Taqwa

    0
    42

    Perintah taqwa dalam Alqur’an amatlah banyak, dan sering diiringi dengan keuntungan besar dari ketakwaan tersebut.

    Diantara nilai besar dan buah yang sangat manis yang didapatkan oleh orang-orang yang bertakwa adalah mereka akan mendapatkan ilmu yang bermanfaat. Ketakwaan akan mendorong  dan memotivasi seseorang untuk bisa menambah dan mengamalkan ilmu yang ia dapat. Allah Subhanahu Wata’aala berfirman :

    وَاتَّقُوا اللَّهَ وَيُعَلِّمُكُمُ اللَّهُ وَاللَّهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ

     “Dan bertakwalah kepada Allah,  Allah mengajarmu  dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.” (QS. Albaqoroh ayat 282)

    Inilah yang akan diraih oleh orang yang bertakwa : ilmu yang bermanfaat yang selalu diamalkan. Seseorang akan terus bertambah ilmunya baik dari segi kuantitas atau keberkahannya dikarenakan dari ketakwaan yang dijaganya. Dalam penjelasan ayat ini, Imam Qurthubi rahimahullah berkata :

    وَعْدٌ مِنَ اللَّهِ تَعَالَى بِأَنَّ مَنِ اتَّقَاهُ عَلَّمَهُ، أَيْ يَجْعَلُ فِي قَلْبِهِ نُورًا يَفْهَمُ بِهِ مَا يُلْقَى إِلَيْهِ، وَقَدْ يَجْعَلُ اللَّهُ فِي قَلْبِهِ ابْتِدَاءً فُرْقَانًا، أَيْ فَيْصَلًا يَفْصِلُ بِهِ بَيْنَ الْحَقِّ وَالْبَاطِلِ، وَمِنْهُ قَوْلُهُ تَعَالَى:”يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنْ تَتَّقُوا اللَّهَ يَجْعَلْ لَكُمْ فُرْقاناً”. والله أعلم

    “Allah menjanjikan bahwa jika orang bertakwa kepadaNya , Dia akan mengajarkan ilmu padanya, yaitu dengan menjadikan dalam hatinya cahaya yang dengan cahaya itu, dia bisa memahami segala yang datang kepadanya ; dan (Allah) menjadikan dalam hatinya pembeda yang digunakan untuk membedakan antara kebenaran dari yang batil.”. Allah berfirman : “Hai orang-orang beriman, jika kamu bertaqwa kepada Allah, Kami akan memberikan kepadamu Furqaan.” (QS. Al-Anfaal : 299). “. (Tafsir Al Qurthubi). Al furqoon dalam ayat ini -diantara penafsirannya- adalah alat untuk membedakan mana yang hak dan mana yang batil; dialah ilmu yang bermanfaat. Dengan alat tersebut orang bertakwa mengetahui mana yang benar, kemudian dia ikuti; dan dia mengetahui mana yang sesat, lantas diapun menjauhinya. Allah Subhanahu Wata’aala berfirman :

    يَـٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ ٱتَّقُواْ ٱللَّهَ وَقُولُواْ قَوۡلٗا سَدِيدٗا ٧٠ يُصۡلِحۡ لَكُمۡ أَعۡمَٰلَكُمۡ وَيَغۡفِرۡ لَكُمۡ ذُنُوبَكُمۡۗ وَمَن يُطِعِ ٱللَّهَ وَرَسُولَهُۥ فَقَدۡ فَازَ فَوۡزًا عَظِيمًا

    “Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kamu kepada Allah dan katakanlah perkataan yang benar niscaya Allah memperbaiki bagimu amalan-amalanmu dan mengampuni bagimu dosa-dosamu. Dan barangsiapa mentaati Allah dan Rasul-Nya, maka sesungguhnya ia telah mendapat kemenangan yang besar” (Qs. Al-ahzaab :70-71)

    Demikianlah takwa melahirkan ilmu dan amal shaleh yang merupakan perpaduan antara keyakinan hati terhadap kebenaran, ucapan lisan dan juga perbuatan fisik.

    Semoga Allah senantiasa membimbing kita kepada iman, ilmu dan amal shaleh, serta menggolongkan kita sebagai orang-orang yang bertakwa.

    ✍️ Penulis : Ustadz Abdusshomad  Rifai, Lc

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here