In Sya Allah

    0
    39

    Disebutkan bahwa suatu ketika datang utusan kafir Qurays menemui para pendeta Yahudi di Medinah. Mereka menanyakan kepada para pendeta itu perihal kenabian dan kerasulan Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam berdasarkan pengetahuan mereka dari Al Kitab. Para ulama Yahudi itu kemudian menyuruh utusan tersebut untuk menanyakan kepada Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam tiga hal. Jika ia berhasil menjawabnya, maka benar ia adalah nabi dan utusan Allah. Namun jika ia tidak bisa menjawabnya, maka sesungguhnya dia itu adalah pendusta semata.  Tiga hal itu adalah tentang kisah pemuda dari generasi yang telah lalu (pemuda kahfi), seorang lelaki yang telah melanglang buana ke belahan dunia bagian barat dan timur, serta tentang ruh.

    Mendengar itu, mereka pun kembali ke Mekkah dan bertemu dengan Rasulullah Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Mereka berkata; kami akan menanyakan tiga hal kepadamu. Jika engkau sanggup menjawabnya dengan benar, maka kami percaya kenabianmu. Tetapi jika engkau tidak bisa menjawabnya, maka engkau adalah pendusta. Merekapun memaparkan tiga pertanyaan tersebut kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Setelah itu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata; kembalilah besok, saya akan jawab pertanyaan kalian itu.  

    Keesokan harinya, mereka pun datang untuk mendengar jawaban Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, namun ternyata belum turun wahyu kepadanya hingga beliau tidak bisa menjawab. Demikianlah hari kedua, ketiga hingga hari ke-15. Dalam keadaan itu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam betul-betul berada dalam keadaan terpojok. Orang-orang kafir pun mulai sesumbar bahwa Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah pendusta.

    Di hari ke-15 itu, turunlah Jibril ‘alaihissalam dengan wahyu yang berisi teguran kepada Beliau yang ketika menjanjikan jawaban itu tidak mengucapkan “in sya Allah” (jika Allah menghendaki). Allah berfirman :

    وَلَا تَقُولَنَّ لِشَاْيۡءٍ إِنِّي فَاعِلٞ ذَٰلِكَ غَدًا ٢٣ إِلَّآ أَن يَشَآءَ ٱللَّهُۚ

    “Dan jangan sekali-kali engkau mengatakan terhadap sesuatu, “Aku pasti melakukan itu besok pagi,” kecuali (dengan mengatakan), “Insya Allah.”. (Al Kahfi; 23-24)

    Kemudian Allah pun menurunkan wahyu Nya berisi penjelasan terhadap pertanyaan yang diajukan oleh orang-orang kafir tersebut. (Lihat Tafsir Ibnu Katsir, 5/124)

    Pelajaran :

    Ketika berjanji hendak melakukan apapun, maka jangan lupa ucapkan : “In sya Allah”

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here