Pernah Abdullah bin Úmar radhiyallahu ánhuma berkata, Rasulullah -shallallahu álaihi wa sallam- bersabda;

لاَ تَمْنَعُوا نِسَاءَكُمُ الْمَسَاجِدَ إِذَا اسْتَأْذَنَّكُمْ إِلَيْهَا

“Janganlah sekalipun kalian melarangan wanita mengunjungi masjid jika mereka meminta izin kepadamu.”. Mendengar ayahnya menyampaikan hadits tersebut, Bilal bin Abdullah berkata;

وَاللَّهِ لَنَمْنَعُهُنَّ

“Demi Allah, kami benar-benar akan melarang mereka ke masijd.”.

Nah … adakah kita membayangkan bahwa Bilal hendak menentang sabda Rasulullah -shallallahu álaihi wa sallam- yang disampaikan ayahnya itu ?!. Tentu tidak !. Lantas apa yang menyebabkan Beliau menyatakan perkataannya itu ?.

Kata ulama bahwa Beliau menyatakan hal itu karena keinginannya yang sangat besar untuk menjaga syariat agama dan kehormatan wanita. Dimana ketika itu, wanita-wanita sudah tidak lagi memperhatikan adab dan tuntunan yang harus mereka jalankan ketika keluar dari rumah-rumahnya. Hal itulah yang ternyata menyulut Beliau hingga terucaplah pernyataan tersebut.

Tetapi, apakah maksud hati Beliau itu dapat dipahami oleh setiap orang yang mendengarnya?. Ternyata, tidak !. Justru ayah Beliau sendiri memahaminya sebagai sebuah bentuk pembangkangan terhadap hadits Rasulullah -shallallahu álaihi wa sallam-. Olehnya itu, mendengar pernyataan Bilal demikian, Beliau langsung menghardiknya dengan hardikan yang sangat keras.

Andai saja Beliau ungkapkan keinginan baik tersebut dengan pernyataan yang tidak menuai kontroversi dan kesalahpahaman, tidaklah Beliau akan mendapatkan cercaan yang teramat keras seperti itu.

Cobalah membandingkan pernyataan Beliau (Bilal) tadi dengan pernyataan Aisyah radhiyallahu ánha berikut ketika mendapati keadaan wanita yang sama dengan keadaan wanita yang disaksikan oleh Bilal. Aisyah radhiyallahu ‘anha berkata;

لَوْ أَدْرَكَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- مَا أَحْدَثَ النِّسَاءُ لَمَنَعَهُنَّ الْمَسْجِدَ كَمَا مُنِعَهُ نِسَاءُ بَنِى إِسْرَائِيلَ

“Andai saja Rasulullah -shallallahu álaihi wa sallam- mendapati dan mengetahui perlakuan wanita-wanita saat ini, niscaya Rasulullah -shallallahu álaihi wa sallam- benar-benar akan melarang mereka ke masjid, sebagaimana wanita-wanita bani Israail dilarang ke masjid.”. (HR. Abu Daud)

Kesimpulan :

Jauhi perkataan-perkataan yang dapat menimbulkan kesalahpahaman. Dan jika harus menyatakannya, maka berilah penjelasan yang sejelas mungkin untuk menghindarkan terjadinya kesalahpahaman itu.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here