Jangan ‘Ujub

    0
    94

    Kecerdasan adalah satu diantara nikmat Allah yang wajib disyukuri. Satu diantara penyakit yang merupakan ujian bagi orang-orang yang Allah karuniai dengan kemampuan berfikir dan menganalisa adalah sifat ujub , yang pada banyak keadaan menggiringnya pada satu pendapat kontroversi, menyelisihi seluruh pendapat ahli dibidangnya.

    Jika sifat ini lekat pada mereka yang dikenal sebagai cendekiawan Islam, pemikir dan mereka yang dijadikan sandaran beragama, maka Imam Ibnu Taimiyyah rahimahullah berkata mengingatkan mereka agar berlepas diri dari sikap tersebut ;

    وَكُلُّ قَوْلٍ يَنْفَرِدُ بِهِ الْمُتَأَخِّرُ عَنْ الْمُتَقَدِّمِينَ، وَلَمْ يَسْبِقْهُ إلَيْهِ أَحَدٌ مِنْهُمْ، فَإِنَّهُ يَكُونُ خَطَأً، كَمَا قَالَ الْإِمَامُ أَحْمَدُ بْنُ حَنْبَلٍ: إيَّاكَ أَنْ تَتَكَلَّمَ فِي مَسْأَلَةٍ لَيْسَ لَك فِيهَا إمَامٌ.”. الفتاوى الكبرى

    Setiap pendapat (tentang hukum agama) dari seorang yang datang belakangan, yang tidak didahului oleh seorang pun ulama sebelumnya; maka pendapat itu adalah salah. Imam Ahmad bin Hanbal berkata; janganlah menyatakan sebuah pendapat agama yang tidak memiliki sandaran dari imam-imam (para ulama) sebelumnya.

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here