Kaya Boleh, Berkah Harus

Banyak manusia memimpikan hidup dengan bergelimang harta. Berambisi mendapatkan kekayaan melimpah ruah yang tak habis dimakan oleh tujuh turunan. Mereka menyangka bahwa segala kebahagiaan terletak pada banyaknya harta. Hingga kemudian mereka memilih menumpuk harta mereka dan tidak mau membelanjakannya di jalan Allah Ta’ala. Mereka inilah yang dikenai ancaman oleh Allah Ta’ala dalam firmanNya :

وَالَّذِينَ يَكْنِزُونَ الذَّهَبَ وَالْفِضَّةَ وَلَا يُنْفِقُونَهَا فِي سَبِيلِ اللَّهِ فَبَشِّرْهُمْ بِعَذَابٍ أَلِيمٍ

”Dan orang-orang yang menimbun emas dan perak serta tidak membelanjakan hartanya di jalan Allah maka berilah mereka kabar gembira denga azab yang pedih”(Q.S.An Nahl : 96 )

Menumpuk harta bukanlah orientasi seorang mukmin. Baginya harta hanya amanah dari Allah Ta’ala yang harus ia tunaikan dan belanjakan di jalanNya. Apa yang ia raih dan ada dalam genggamannya saat ini pastilah akan musnah. Sedangkan segala apa yang ia belanjakan di jalan Allah akan kekal abadi di sisi Allah Ta’ala. Allah Ta’ala berfirman :

مَا عِنْدَكُمْ يَنْفَدُ وَمَا عِنْدَ اللَّهِ بَاقٍ

“Apa yang ada di sisimu akan lenyap dan apa yang ada di sisi Allah akan kekal abadi”. (Q.S.An Nahl :96)

Harta bisa membawa seseorang kepada kebaikan dan kemuliaan. Sebagaimana harta juga dapat menyeret seseorang kepada kehinaan dan menjadi hamba dunia. Semua tergantung dari seberapa seorang melihat hakikat kehidupannya di dunia. Bagi seorang yang memahami dunia adalah ladang amal dan ujian menuju jenjang akhirtat, maka ia akan melihat banyaknya harta adalah peluang baginya untuk meraih kebahagian di dunia dan akhirat. 

Tak ada larangan bagi seorang muslim menjadi sosok yang kaya raya. Sedikit-banyak yang terpenting harus membawa keberkahan. Berkah yang berarti seseorang tetap berada dalam kebaikan dan ketaatan dengan banyak atau sedikitnya harta yang ia miliki. Menafkahkan dan mebelanjakan hartanya di jalan Allah. Banyaknya harta tak membuat matanya menjadi silau dengan dunia. Tak juga menjadikannya sebagai hamba dinar dan dirham.

Jadilah hamba yang tidak hanya kaya dengan harta. Namun, juga kaya hati dan iman. Karena kekayaan hati dan iman lah yang menentukan kearah mana anda akan melangkah kelak. Apakah tetap berada di jalanNya ataukah tertipu dengan keindahan harta dan dunia.

 

Baarakallahufiikum

 

✍️ Penulis : Ustadz Rafael Afrianto, Lc

Tim Rubrik Kajian Ilmiyah Al Binaa Menyapa

You may also like...

%d bloggers like this: