Kemuliaan Itu Milik Allah

    0
    227

    Istiqamah di jalan Allah untuk meraih kemuliaan hidup di dunia dan di akhirat adalah dambaan setiap kita. Untuk itulah salah satu doa yang biasa kita panjatkan kepada Allah ;

    اللهم يا مقلب القلوب ثبت قلبي على دينك

    “Ya Allah, Zat yang membolak-balikkan hati, teguhkanlah hatiku di atas agama-Mu.”.

    Untuk meraihnya, satu-satunya jalan untuk itu yaitu dengan memperbanyak amalan-malan shaleh kepada Allah dan meninggalkan hawa nafsu. Disebutkan dalam sebuah atsar;

    الذي يخالف هواه يفر الشيطان من ظله

    “Orang-orang yang senantiasa menyelisihi hawa nafsunya, niscaya syaithan akan lari darinya.”. (Al Jawaabul Kaafi, hal. 126). Sebaliknya, seorang yang menjadi budak hawa nafsunya, dengan senantiasa melakukan kemaksiatan kepada Allah, maka niscaya Allah akan selau meliputinya dengan kehinaan. Al hasan berkata;

    إن المعصية لا تفارق رقابهم ، أبى الله إلا أن يذل من عصاه

    “Sesungguhnya kehinaan yang timbul akibat perbuatan maksiat yang mereka lakukan tidak akan pernah lepas dari mereka. Sesungguhnya Allah enggan memberi sesuatu kepada orang yang bermaksiat kepada-Nya melainkan kehinaan.”.

    Olehnya, barangsiapa yang ingin meraih istiqamah, barangsiapa yang ingin meraih kemuliaan; maka hendaklah ia mencarinya dengan melakukan banyak-banyak ketaatan kepada Allah dan meninggalkan hawa nafsu. Allah berfirman;

    وَلِلَّهِ الْعِزَّةُ وَلِرَسُولِهِ وَلِلْمُؤْمِنِينَ وَلَكِنَّ الْمُنَافِقِينَ لَا يَعْلَمُونَ

    “Kemuliaan itu hanyalah milik Allah, rasul-Nya dan orang-orang beriman.Hanya saja orang-orang munafik tidaklah mengetahui hal tersebut”. (Al Munaafiquun; 8)

    مَنْ كَانَ يُرِيدُ الْعِزَّةَ فَلِلَّهِ الْعِزَّةُ جَمِيعًا إِلَيْهِ يَصْعَدُ الْكَلِمُ الطَّيِّبُ وَالْعَمَلُ الصَّالِحُ يَرْفَعُهُ

    “Maka barangisiapa yang menghendaki kemuliaan, maka kemuliaan yang dicarinya itu hanyalah milik Allah. (Karena itu, hendaknya ia mencarinya dengan banyak-banyak mengucapkan perkataan-perkataan baik dan melakukan amalan-amalan shaleh), karena sesungguhnya perkataan-perkataan baik dan amalan-amalan shaleh tersebut akan naik kepada Allah.”. (Faathir; 10)

    Bagi hamba Allah yang shaleh, Allah gembirakan mereka dengan firman-Nya;

    وَلَا تَهِنُوا وَلَا تَحْزَنُوا وَأَنْتُمُ الْأَعْلَوْنَ إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ

    “Janganlah kalian merasa hina dan bersedih. Kalianlah orang-orang tertinggi di sisi Allah, jika benar-benar kalian beriman.”. (Alu Imraan; 139)

    Ingat, iman adalah keyakinan, pernyataan dan amalan. Keyakinan yang tidak dibuktikan dengan pernyataan tidaklah bermanfaat. Demikian juga keyakinan dan pernyataan, yang tidak dibuktikan dengan amalan, -pun adalah hampa.

    Semoga Allah menjadikan kita semua masuk kedalam hamba-hambanya yang beriman. Semoga Allah tidak mengharamkan kita semua untuk meraih kabar gembira yang telah dijanjikannya bagi orang-orang yang beriman. Hanya Dialah sebaik-baik tempat mengadu dan meminta pertolongan. Alhamdulillah Rabbi al ‘Aalamiin.