Kenali Mereka Dengan Isu Yang Mereka Sematkan

    0
    160

    Allah berfirman :

    ٱلۡخَبِيثَٰتُ ‌لِلۡخَبِيثِينَ وَٱلۡخَبِيثُونَ لِلۡخَبِيثَٰتِۖ وَٱلطَّيِّبَٰتُ لِلطَّيِّبِينَ وَٱلطَّيِّبُونَ لِلطَّيِّبَٰتِۚ أُوْلَٰٓئِكَ مُبَرَّءُونَ مِمَّا يَقُولُونَۖ لَهُم مَّغۡفِرَةٞ وَرِزۡقٞ كَرِيمٞ

    Perempuan-perempuan yang keji untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji untuk perempuan-perempuan yang keji (pula), sedangkan perempuan-perempuan yang baik untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik untuk perempuan-perempuan yang baik (pula). Mereka itu bersih dari apa yang dituduhkan orang. Mereka memperoleh ampunan dan rezeki yang mulia (surga). (An Nuur; 26)

     

    Ayat ini oleh sebagian kalangan dijadikan dalil untuk menyatakan bahwa seorang itu akan mendapatkan jodoh yang sama ; laki-laki yang baik akan mendapatkan wanita yang baik, dan laki-laki yang tidak baik, pun akan mendapatkan wanita yang tidak baik. Tepatkah pandangan seperti ini ?. Dalam kenyataannya, Firaun sosok terlaknat beristrikan seorang wanita sholehah, sebagaimana nabillah Nuh dan Luth ‘alaihimassalam berpasangan dengan wanita pembangkang. Allah berfirman;

    ضَرَبَ ٱللَّهُ مَثَلٗا لِّلَّذِينَ كَفَرُواْ ٱمۡرَأَتَ نُوحٖ وَٱمۡرَأَتَ لُوطٖۖ كَانَتَا تَحۡتَ عَبۡدَيۡنِ مِنۡ عِبَادِنَا صَٰلِحَيۡنِ فَخَانَتَاهُمَا فَلَمۡ يُغۡنِيَا عَنۡهُمَا مِنَ ٱللَّهِ شَيۡـٔٗا وَقِيلَ ‌ٱدۡخُلَا ‌ٱلنَّارَ مَعَ ٱلدَّٰخِلِينَ ١٠ وَضَرَبَ ٱللَّهُ مَثَلٗا لِّلَّذِينَ ءَامَنُواْ ٱمۡرَأَتَ فِرۡعَوۡنَ إِذۡ قَالَتۡ رَبِّ ٱبۡنِ لِي عِندَكَ بَيۡتٗا فِي ٱلۡجَنَّةِ وَنَجِّنِي مِن فِرۡعَوۡنَ وَعَمَلِهِۦ وَنَجِّنِي مِنَ ٱلۡقَوۡمِ ٱلظَّٰلِمِينَ 

    Allah membuat perumpamaan bagi orang-orang kafir, istri Nuh dan istri Lut. Keduanya berada di bawah pengawasan dua orang hamba yang saleh di antara hamba-hamba Kami; lalu kedua istri itu berkhianat kepada kedua suaminya, tetapi kedua suaminya itu tidak dapat membantu mereka sedikit pun dari (siksaan) Allah; dan dikatakan (kepada kedua istri itu), “Masuklah kamu berdua ke neraka bersama orang-orang yang masuk (neraka).”. Dan Allah membuat perumpamaan bagi orang-orang yang beriman, istri Fir‘aun, ketika dia berkata, “Ya Tuhanku, bangunkanlah untukku sebuah rumah di sisi-Mu dalam surga dan selamatkanlah aku dari Fir‘aun dan perbuatannya, dan selamatkanlah aku dari kaum yang zalim,”. (At Tahriim;10-11)

     

    Sesungguhnya sebab turunnya ayat ini (An Nuur, ayat 26) adalah peristiwa ifk, dimana ibunda Aisyah dituduh dengan tuduhan yang sangat keji oleh orang-orang yang keji. Ayat ini hendak membersihkan ibunda Aisyah radhiyallahu ‘anha dari tuduhan keji yang bersumber dari orang-orang keji itu. Diakhir ayat itu, Allah menegaskan bersihnya ibunda Aisyah radhiyallahu ‘anha dan sahabat yang tertuduh itu dari tuduhan keji yang ditundingkan kepadanya. Allah berfirman; “Mereka itu bersih dari apa yang dituduhkan orang. Mereka memperoleh ampunan dan rezeki yang mulia (surga).”.  

    Berkenaan dengan ayat ini, Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma berkata :

    الْخَبِيثَاتُ ‌مِنَ ‌الْقَوْلِ ‌لِلْخَبِيثِينِ مِنَ الرِّجَالِ، وَالْخَبِيثُونَ مِنَ الرِّجَالِ لِلْخَبِيثَاتِ مِنَ الْقَوْلِ. وَالطَّيِّبَاتُ مِنَ الْقَوْلِ، لِلطَّيِّبِينَ مِنَ الرِّجَالِ، وَالطَّيِّبُونَ مِنَ الرِّجَالِ لِلطَّيِّبَاتِ مِنَ الْقَوْلِ. قَالَ: وَنَزَلَتْ فِي عَائِشَةَ وَأَهْلِ الْإِفْكِ

    “Kata-kata yang keji bersumber dari orang-orang yang keji. Demikianlah orang-orang yang keji, keluar dari mereka kata-kata yang keji. Adapun kata-kata yang baik bersumber dari orang-orang yang baik. Demikianlah orang-orang baik, keluar dari lisan mereka kata-kata yang baik. Ayat ini turun berkenaan dengan peristiwa ifk yang menimpa ibunda ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha.”. (Tafsir Ibnu Katsir)

     

    Sekaligus ayat ini ingin mengingatkan kaum muslimin agar tidak terprovokasi dengan isu-isu negative yang ditudingkan kepada orang-orang baik. Karena satu dari ciri mendasar dari orang-orang keji itu adalah suka menyematkan tuduhan-tuduhan keji kepada orang-orang beriman.

     

    Wallahu a’lam bis shawaab