Ketentuan Nya Pasti Baik

    0
    12


    Allah berfirman:

    قُل ‌لَّن ‌يُصِيبَنَآ ‌إِلَّا ‌مَا ‌كَتَبَ ‌ٱللَّهُ ‌لَنَا هُوَ مَوۡلَىٰنَاۚ وَعَلَى ٱللَّهِ فَلۡيَتَوَكَّلِ ٱلۡمُؤۡمِنُونَ

    Katakanlah (Muhammad), “Tidak akan menimpa kami melainkan apa yang telah ditetapkan Allah bagi kami. Dialah pelindung kami, dan hanya kepada Allah bertawakallah orang-orang yang beriman.” (At Taubah; 51)

     

    Di awal ayat ini Allah gambarkan tentang kekuatan iman dan keyakinan seorang mukmin terhadap apapun yang dialaminya dalam kesehariannya, seluruhnya adalah merupakan ketetapan Allah. Demikianlah musibah apapun yang menimpanya, juga adalah hal yang telah menjadi ketetapan Allah.

    Hal yang perlu dipahami bahwa apapun yang merupakan ketetapan Allah bagi hamba maka seluruhnya adalah baik. Olehnya dalam ayat tersebut Allah menggunakan diksi lanaa (biasanya dipasangkan dengan sesuatu yang positif) saat melekatkan musibah yang menimpa hamba, dan tidak menggunakan diksi ‘alaina yang biasanya dipasangkan dengan sesuatu yang negatif;

    Katakanlah, tidak satupun musibah yang menimpa kami melainkan hal itu adalah hal yang telah Allah tetapkan membawa kebaikan bagi kami.

    Demikianlah keimanan seorang mukmin terhadap apapun yang menjadi ketetapan Allah atasnya; seluruhnya adalah baik. Jika ketetapan Allah atasnya itu berupa nikmat yang Allah anugrahkan kepadanya, maka ia bersyukur. Dan jika ketetapan itu berupa musibah dan cobaan, maka ia bersabar. Dan baginya, nikmat maupun musibah yang Allah tetapkan atasnya, keduanya adalah baik.

    Diriwayatkan dari Umar bin Khattab radhiyallahu ‘anhu;

    مَا أُبَالِي عَلَى أَيِّ حَالٍ ‌أَصْبَحْتُ ‌عَلَى ‌مَا ‌أُحِبُّ أَوْ عَلَى مَا أَكْرَهُ، لأَنِّي لَا أَدْرِي الْخَيْرَ فِيمَا أُحِبُّ أَوْ فِيمَا أَكْرَهُ

    Saya tidak peduli apakah saya mengawali hari dengan apa yang saya senangi atau apa yang tidak saya senangi. Karena saya tidak tahu mana dari keduanya yang terbaik buatku. (AlBaghawi, 1983)

    Di penghujung ayat yang disampaikan mengawali tulisan ini, Allah berfirman; “Dialah pelindung kami, dan hanya kepada Allah bertawakallah orang-orang yang beriman.”. (At Taubah; 51)

     

    References

    AlBaghawi, A. H. b. M., 1983. Syarhu As Sunnah. Beirut: Al Maktab Al Islamiy.

     

     

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here