Ketika Engkau dicintai

Diantara indikator cinta adalah adanya upaya yang keras untuk mewujudkan kebaikan pada diri orang yang dicintai.

Demikianlah Allah, ketika Ia cinta kepada hamba, maka Ia akan mudahkan dan gerakkan hati hamba tersebut untuk melakukan kebaikan.

Demikian juga syaithan, ketika ia cinta kepada seseorang, maka ia akan mudahkan dan gerakkan hatinya untuk melakukan kejahatan.

Allah berfirman ;

اللَّهُ وَلِيُّ الَّذِينَ آمَنُوا يُخْرِجُهُم مِّنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّورِ ۖ وَالَّذِينَ كَفَرُوا أَوْلِيَاؤُهُمُ الطَّاغُوتُ يُخْرِجُونَهُم مِّنَ النُّورِ إِلَى الظُّلُمَاتِ

“Allah Pelindung orang-orang yang beriman; Dia mengeluarkan mereka dari kegelapan (kekafiran) kepada cahaya (iman). Dan orang-orang yang kafir, pelindung-pelindungnya ialah syaitan, yang mengeluarkan mereka daripada cahaya kepada kegelapan (kekafiran).”. (Al Baqarah; 257)

Demikianlah diantara indikator cinta. Olehnya, ketika seorang ditawari proyek kebaikan oleh saudaranya, seharusnya ia gembira dan berusaha menerimanya, serta melaksanakannya secara maksimal. Sama dengan proyek keduniaan, ketika disodorkan kepada seorang yang rakus dunia, maka ia akan berusaha menerima dan menjalankan seluruhnya.

Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda ;

إذا أراد الله بعبده خيراً استعمله. قالوا : كيف يستعمله ؟ قال : يوفقه لعمل صالح قبل موته

“Apabila Allah menghendaki kebaikan bagi hamba Nya, niscaya Ia akan mempekerjakannya. Para sahabat bertanya, ‘Bagaimana Allah mempekerjakannya?’. Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda ; Allah akan memberinya taufik (menunjuki dan memudahkannya) untuk melakukan amal shaleh sebelum ia wafat.”. (HR. Ahmad).

Semoga Allah membimbing kita menjadi hamba-hamba yang cinta kepada Nya dan Ia pun cinta kepada kita.

You may also like...

%d bloggers like this: