Ketika Engkau Mengingat-Ku

Di dalam surah Al Baqarah, ayat ; 152, Allah berfirman:

‌فَٱذۡكُرُونِيٓ أَذۡكُرۡكُمۡ وَٱشۡكُرُواْ لِي وَلَا تَكۡفُرُونِ

“Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat (pula) kepadamu, dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari (nikmat)-Ku”.

Ayat ini Allah letakkan setelah menyebut rangkaian nikmat Nya kepada manusia berupa penetapan arah kiblat dari Baitul Maqdish ke Ka’bah, dan nikmat berupa diutusnya Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam sebagai rasul Allah yang diberi amanah untuk menyampaikan Islam ke seluruh manusia, menjadi penerang bagi manusia dari kegelapan menuju cahaya yang terang benderang.

Peletakan ayat ini setelah penyebutan rangkaian nikmat Nya membawa pesan kepada manusia tentang sikap yang seharusnya mereka tunjukkan terhadap nikmat dan anugrah yang Allah berikan kepada mereka, dan sungguh nikmat tersebut tiada terhingga.

“Senantiasa mengingat Nya dan bersyukur”, demikianlah sikap yang seharusnya mereka tunjukkan kepada Allah Dzat Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang. Mengingat Allah tidak saja dengan lisan, tetapi juga harus dibuktikan secara kongkrit dengan amal serta usaha yang benar dan sunguh-sungguh. Allah berfirman:

وَٱلَّذِينَ إِذَا فَعَلُواْ فَٰحِشَةً أَوۡ ظَلَمُوٓاْ أَنفُسَهُمۡ ذَكَرُواْ ٱللَّهَ فَٱسۡتَغۡفَرُواْ لِذُنُوبِهِمۡ

“(Diantara ciri orang yang muhsin/baik) adalah orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menzhalimi diri sendiri, (segera) mengingat Allah, lalu memohon ampunan atas dosa-dosanya.”, maksudnya adalah ketika mereka melakukan kesalahan, segera mereka ingat akan perintah dan larangan Nya, hingga kemudian mereka mohon ampun kepada Allah terhadap pelanggaran yang telah mereka lakukan itu. Seperti itulah makna dari ‘ingat kepada Allah’ (dzikrullah), dan bukan sekedar ucapan lisan yang ternyata bertolak belakang dengan amalan dan perbuatan.

Dan sungguh, merupakan hal yang sangat miris, ketika ternyata seorang di tengah gelimangan nikmat dan karunia Allah, lantas ingkar terhadap Nya, Dzat Yang telah melimpahruahkan nikmat tersebut kepadanya. Olehnya, Allah berfirman:

   ‌فَٱذۡكُرُونِيٓ أَذۡكُرۡكُمۡ وَٱشۡكُرُواْ لِي وَلَا تَكۡفُرُونِ

“Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat (pula) kepadamu, dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari (nikmat)-Ku”.

You may also like...

%d bloggers like this: