Ketika Virus Tengah Mewabah

    0
    262

    Satu diantara lima hal baku yang merupakan tujuan inti dari seluruh syari’at Islam (Ad Dharuriyaat Al Khmas) adalah menjaga jiwa manusia. Maka terkait dengan mewabahnya sebuah penyakit yang berpotensi merenggut jiwa seseorang, Islam mewajibkan melakukan segala upaya untuk mengantisipasi, menanggulangi dan mengatasi seluruh hal buruk yang timbul akibat merebaknya wabah tersebut. Dalam sebuah kaidah fiqh dinyatakan; “laa dharara wa laa dhiraar” (tidak boleh melakukan sesuatu yang membahayakan diri sendiri dan orang lain). Dalam sebuah untaian hikmah dinyatakan; “al wiqaayatu khairun minal ‘ilaaj” (menjaga lebih baik daripada mengobati).

    Diantara langkah antisipasi yang disyariatkan dalam Islam terkait mewabahnya sebuah penyakit adalah :

    Tidak Mendatangi Tempat Munculnya Wabah dan Tidak Keluar Dari Tempat Tersebut 

    Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda ;

    إِذا سَمِعْـتُم به بأَرْضٍ فلا تَـقْدَمُوا عليه، وإذا وَقَعَ بأَرضٍ وأنتُم بها، فلا تَخْرُجوا فِـرارًا منه

    “Jika kalian mendengar wabah di suatu wilayah, maka janganlah datang ke daerah tersebut. Jika kalian ada di dalam wilayah tersebut, maka janganlah kalian keluar dari wilayah tersebut.”. (HR. Bukhari dan Muslim)

    Menutup Wadah Makanan dan Tempat Minuman

    Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda;

    غَطُّوا الإِناءَ، وأَوكُـوا السِّقاءَ، فإِنَّ في السَّنَـةِ لَـيْـلَـةً يَـنْزِلُ فيها وبـاءٌ؛ لا يَـمُـرُّ بـإِناءٍ ليسَ عليـهِ غِطاءٌ، أو سِقـاءٍ ليس عليه وِكاءٌ إِلا نَـزَلَ فيه مِنْ ذلك الوَباءِ

    “Tutuplah bejana-bejana, rapatkanlah tempat-tempat minum, karena ada suatu malam dalam setahun, ketika itu turunlah wabah. Tidaklah ia melewati bejana yang tidak ditutup dan tempat minum yang tidak dirapatkan, kecuali akan masuk padanya wabah (virus penyakit) tersebut.”. (HR. Muslim)

    Memperbanyak Do’a

    Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda :

    إِنَّ الدُّعاءَ يَـنْـفَعُ مِمَّا نَـزَلَ ومِمَّا لمْ يَنْزِلْ، فَـعَـلَـيكُم عِبادَ اللهِ بالدُّعاءِ

    “Sesungguhnya do’a bermanfaat terhadap apa yang sudah ditetapkan dan apa yang belum ditetapkan (takdir). Maka hendaklah kalian berdo’a wahai para hamba Allah.” (HR. Tirmidzi)

    Diantara doa yang dianjurkan adalah :

      1. Doa pagi dan petang

    Doa Pertama :

    بِسْمِ اللَّهِ الَّذِي لَا يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَيْءٌ فِي الْأَرْضِ وَلَا فِي السَّمَاءِ وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ

    “Dengan nama Allah yang tidak akan berbahaya dengan nama-Nya segala sesuatu di langit dan bumi, Dia-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”.

    Barangsiapa yang membaca zikir ini sebanyak 3 kali di pagi hari, maka tidak akan ada marabahaya yang akan memudaratkannya hingga sore hari. Dan barangsiapa yang membaca zikir ini sebanyak 3 kali di sore hari, maka tidak akan ada marabahaya yang akan memudaratkannya hingga pagi hari. (HR. Bukhari, di dalam al Adab al Mufrad)

    Doa kedua :

    Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam tidaklah pernah meninggalkan do’a ini di pagi hari dan petang hari :

    اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ العَافِيَـةَ فـي الدُّنْيَا وَالآخِرَةِ، اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ العَفْوَ وَالْعَافِيَـةَ فـي دِيْنِيْ وَدُنْـيَايَ وأَهْلِيْ وَمَالِيْ، اللَّهُمَّ اسْتُـرْ عَوْرَاتِي، وآمِنْ رَوْعَاتِي، اللَّهُمَّ احْفَظْنِـي مِنْ بَـيْنِ يَدَيَّ، وَمِنْ خَلْفِيْ، وَعَنْ يَمِيـنِـيْ، وَعَنْ شِمَالِيْ، ومِنْ فَوْقِي، وأَعُوذُ بِعَظَمَـتِكَ أَنْ أُغْتالَ مِنْ تَحْتِـي

    “Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepadamu keselamatan di dunia dan akhirat. Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepadamu keselamatan dalama agama, dunia,keluarga dan hartaku. Ya Allah, tutupilah auratku dan tenteramkanlah aku dari rasa takut. Ya Allah, peliharalah aku dari muka, belakang, kanan, kiri dan atasku. Aku berlindung dengan kebesaran-Mu, agar aku tidak terjatuh. (HR. Ahmad)

    1. Membaca doa Dzun nuun dan membaca doa perlindungan dari penyakit kronis yang mewabah :

    Doa dzun nuun :

    لَا إِلَهَ إِلا أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِينَ

    “Tidak ada sembahan yang benar kecuali Allah. Maha suci Engkau, sesungguhnya aku adalah orang-orang yang (tidak lepas) dari berbuat dzhalim.”.

    Doa perlindungan dari penyakit kronis :

    Setelah itu menyertakan doa perlindungan dari penyakit kronis yang mewabah, yaitu :

    اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْجُنُونِ، وَالْبَرَصِ، وَالْجُذَامِ، وَسَيِّئِ الْأَسْقَامِ

    “Ya Allah, saya berlindung kepada Mu dari penyakit gila, penyakit barash (belang), penyakit judzaam (kusta) dan dari penyakit-penyakit kronis yang menular lainnya.”. (HR. Nasaai)

    Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda; “Sesungguhnya tidaklah seorang muslim berdoa dengan menyertakan doa dzun nuun dalam doanya itu melainkan Allah kabulkan baginya.” (HR. Ahmad)

    1. Membaca Do’a Keluar Rumah

    Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘apabila seorang keluar dari rumahnya dan berdoa ;

    بِسْمِ اللَّهِ، تَـوَكَّلْتُ عَلىَ اللَّهِ، لاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللَّهِ

    “Dengan nama Allah, saya bertawakkal kepada Nya. Dan tidak ada kekuatan dan daya upaya melainkan kekuatan dan daya upaya Nya.”.

    Ketika itu, Allah berkata : “Engkau akan diberi petunjuk, dicukupkan dan dijaga.” Maka setan pun akan menyingkir darinya. Setan yang lain berkata : “Bagaimana mungkin engkau bisa mengganggu seseorang yang telah mendapatkan petunjuk, kecukupan dan penjagaan?” (HR. Abu Dawud)

    Senantiasa Berbuat Baik

    Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda ;

    صنائعُ المعرُوفِ تقي مَصارِعَ السُّوءِ، والآفاتِ، والهَلَكَاتِ، وأَهْلُ المعرُوفِ في الدُّنيا هُمْ أَهلُ المعرُوفِ في الآخِرَةِ

    “Perbuatan baik itu melindungi diri dari perbuatan-perbuatan buruk, bencana dan musibah. Orang-orang yang berbuat baik di dunia, mereka adalah ahli-ahli kebaikan di akhirat.” (HR. Al-Hakim)

    Shalat Malam

    Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

    عليكُمْ بِقيامِ اللَّـيْـلِ؛ فإِنَّـهُ دَأبُ الصَّالِحينَ قَبلكُم، وإِنَّ قِيامَ اللَّيلِ قُربَـةٌ إلى اللهِ، ومَنْهاةٌ عنِ الإِثْمِ، وتكفِيرٌ للسَّيِّـئاتِ، ومَطْرَدَةٌ لِلدَّاءِ عنِ الجَسَدِ

    “Hendaklah kalian mendirikan shalat malam, sesungguhnya ia adalah kebiasaan orang-orang Shalih sebelum kamu. Dan sesungguhnya shalat malam akan mendekatkanmu kepada Allah, memeliharamu dari dosa, menghapus keburukan dan menjauhkan penyakit dari badan.” (HR. Tirmidzi)

    Senatiasa Menjaga Kebersihan dan Kesucian Diri

    Diantaranya dengan senantiasa menjaga kesucian diri, yaitu dengan berwudhu setiap kali berhadats. Allah berfirman;

    إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ التَّوَّابِينَ وَيُحِبُّ الْمُتَطَهِّرِينَ

    “Sesungguhnya Allah cinta kepada orang-orang yang senantiasa bertaubat dan cinta kepada mereka yang senantiasa menjaga kesucian dirinya. (Al Baqarah; 222)

    Demikian beberapa tips menjaga diri, orang lain dan lingkungan dari penyebaran wabah penyakit. Mari hidupkan Gerakan Masyarakat Hidup Islami (Germahis), dan semoga Allah senatiasa mengaruniakan kesehatan dan keamanan kepada kita seluruhnya.

     

     

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here