Larangan Berpuasa Di Hari Sabtu

    0
    462

    Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda;

    لا تَصُومُوا يَوْمَ السَّبْتِ إِلا فِيمَا افْتَرَضَ اللَّهُ عَلَيْكُمْ ، فَإِنْ لَمْ يَجِدْ أَحَدُكُمْ إِلا لِحَاءَ عِنَبَةٍ ، أَوْ عُودَ شَجَرَةٍ فَلْيَمْضُغْهُ

    “Janganlah kalian berpuasa pada hari sabtu kecuali puasa wajib. Jika salah seorang dari kalian tidak menemukan makanan pada hari itu kecuali kulit anggur atau akar pepohonan maka hendaklah ia memakannya.”. (HR. Tirmidzi, Abu Daud, dan yang lainnya). Imam Tirmidzi rahimahullah berkata :

    هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ ، وَمَعْنَى كَرَاهَتِهِ فِي هَذَا أَنْ يَخُصَّ الرَّجُلُ يَوْمَ السَّبْتِ بِصِيَامٍ لأَنَّ الْيَهُودَ تُعَظِّمُ يَوْمَ السَّبْتِ

    “Derajat hadits ini adalah hasan (boleh digunakan sebagai dalil), dan makna larangan berpuasa pada hari itu adalah mengkhususkannya sebagai hari untuk berpuasa. Sebab larangan pengkhususan itu karena orang-orang yahudi mengagungkan hari tersebut (hari sabtu).”. Ibnu Qudamah rahimahullah berkata :

    فإن صام معه غيره ; لم يكره ; لحديث أبي هريرة وجويرية

    “Bila saja seorang mengiringi puasanya itu dengan puasa sehari sebelum atau sesudahnya, maka tidaklah puasa tersebut terlarang, berdasarkan hadits Abi Hurairah dan Juwayriyah.”;

    • Hadits Abu Hurairah yang dimaksud dalam nukilan tersebut adalah, sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ;

    لا يَصُومَنَّ أَحَدُكُمْ يَوْمَ الْجُمُعَةِ إِلا يَوْمًا قَبْلَهُ أَوْ بَعْدَه

    “Janganlah sekalipun salah seorang dari kalian berpuasa pada hari Jumat kecuali jika ia berpuasa sehari sebelumnya atau sehari setelahnya.”. (HR. Bukhari dan Muslim). Dalam hadits ini ada izin untuk berpuasa pada hari Jumat bagi mereka yang berpuasa sehari sebelumnya atau sehari setelahnya.

    • Adapun hadits Juwayriyah yang dimaksud dalam nukilan tadi adalah hadits yang menyatakan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah masuk menemuinya dalam keadaan puasa pada hari Jumat. Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bertanya;

    أَصُمْتِ أَمْسِ ؟

    “Apakah kemarin engkau berpuasa ?”. Juwayriyah berkata; tidak. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam kembali bertanya;

    تُرِيدِينَ أَنْ تَصُومِي غَدًا ؟

    “Apakah besok engkau ingin berpuasa ?”. Juwayriyah berkata; tidak. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda;

    فَأَفْطِرِي

    “Jika demikian maka batalkanlah puasamu (hari ini).”. (HR. Bukhari). Dari hadits ini dipahami bahwa berpuasa pada hari Jumat tidaklah dibolehkan kecuali bagi mereka yang telah berpuasa hari sebelumnya (hari Kamis) atau akan berpuasa pada hari setelahnya (hari Sabtu).

    Maka disimpulkan dari dua keterangan yang telah disebutkan bahwa berpuasa pada hari sabtu tidaklah terlarang bagi mereka yang telah berpuasa sehari sebelumnya atau akan berpuasa sehari setelahnya. Dan dari itu pula dipahami bahwa pelarangan berpuasa pada hari sabtu adalah larangan yang sifatnya khusus bagi mereka yang sengaja mengkhususkan hari sabtu untuk berpuasa. Adapun bagi mereka yang berpuasa pada hari itu karena kebetulan bertepatan dengan hari puasanya (puasa arafah, asyura, dan yang semisalnya), atau bertepatan dengan puasa nadzarnya atau puasa qadhanya; maka tidaklah terlarang.

    Lihat di :

    Link ini

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here