Masaing-Masing Mereka Punya Hak

    0
    211

    آخى النبي صلى الله عليه وسلم بين سلمان وأبي الـدرداء فـزار سـلمان أبـا الـدرداء فـرأى أم الدرداء متبذلة -أي: لابسة ثياب المهنة، تاركة لباس الزينة- فقال: ما شـأنك؟. قالت: أخوك أبو الدرداء ليس له حاجة في الـدنيا -أي: في النـساء- فجـاء أبـو الدرداء فصنع له طعاما , فقال: كل فإني صائم، قال: ما أنا بآكل حتى تأكل، فلـما كان الليل ذهب أبو الدرداء يقوم فقال له: نم، فنام، ثم ذهب يقوم فقال له: نـم. فلما كان آخر الليل قال سلمان: قم الآن، فصليا جميعا. فقال له سـلمان : إن لربـك عليك حقا وإن لنفسك عليك حقا ولأهلك عليك حقا فأعط كل ِذي حق حقه، فأتي النبي صلى الله عليه وسلم فذكر ذلك له فقال النبي صلى الله عليه وسلم : صدق سلمان

    Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mempersaudarakan Salman dengan Abu Darda’ radhiyallahu ‘anhum. Setelah itu, Salman radhiyallahu ‘anhu berkunjung ke rumah Abu Darda’ radhiyallahu ‘anhu. Sesampainya di sana, ia menyaksikan keadaan fisik dari Ummu Darda’ (istri saudara angkatnya itu) yang berpakaian lusuh. Salman pun bertanya kepada Ummu Darda’; mengapa engkau berpakaian seperti ini (tidak memakai pakaian yang baik di hadapan suami). Ummu Darda’ berkata; saudaramu itu (Abu Darda’) tidak lagi berhajat dengan dunia (wanita). Kemudian Abu Darda’ datang dan membuat makanan. Ia berkata kepada Salman; makanlah, saya lagi puasa. Salman berkata; saya tidak akan makan hingga engkaupun makan bersamaku. Ketika malam telah datang, Abu Darda’ berdiri melaksanakan shalat malam. Melihat itu, Salman berkata kepadanya; tidurlah wahai Abu Darda’. Di akhir malam, Salman bangun (untuk shalat malam) dan berkata kepada Abu Darda’; bangunlah sekarang !. Lantas mereka pun shalat malam berjama’ah. Setelah itu, Salman berkata; sesungguhnya Allah memiliki hak atasmu, dirimu pun memiliki hak atasmu, dan keluargamu pun memiliki hak atasmu. Maka tunaikanlah kewajibanmu terhadap seluruh pihak yang memiliki hak atasmu. Selanjutnya, kejadian itu disampaikan kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda; “Apa yang dinyatakan oleh Salman itu adalah tepat”. (HR. Bukhari)

     

    Dari hadits ini dinyatakan bahwa ;
    1. Seorang yang menunaikan hak istri dan anak-anaknya dan meninggalkan hak Allah atasnya adalah orang yang telah melakukan dosa kepada Allah
    2. Demikian juga sebaliknya, seorang itu dinyatakan berdosa jika ia menunaikan kewajibannya kepada Allah dan mengabaikan hak istri dan anak-anaknya.
    3. Olehnya, wajib untuk menunaikan kewajiban kepada seluruh pihak yang mempunyai hak untuk dipenuhi hak itu kepadanya.

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here