Melunasi Utang Mereka Yang Telah Wafat

    0
    150
    Pertanyaan :

    Maaf pertanyaan kami sebagai berikut. Misalnya ada seorang memberi utang kepada orang lain dengan perjanjian akan di lunasi dalam tempo tertentu. Namun pada akhirnya utang tersebut tidak juga bisa dilunasi hingga jatuh tempo dan bahkan kini masing-masing dari pemberi utang dan yang berutang telah meninggal dunia.

    Saya pernah mendengar ceramah yang menyatakan bahwa utang dunia dibawa menjadi utang di akhirat dan dia tersiksa di sana.

    Agar dia tidak tersiksa di sana, Ahli waris/anak si pemilik uang berinisiatif/berniat untuk menjadikan sedekah/infak agar sipeminjam uang terbebas dari hutang dan menjadi pahala bagi pemberi utang. Dan bila bisa bagaimana caranya ?.

    Jawaban :

    Utang di dunia wajib dilunasi. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda;

    مَنْ أَخَذَ أَمْوَالَ النَّاسِ يُرِيد أَدَاءَهَا أَدَّى اللَّهُ عَنْهُ، وَمَنْ أَخَذَ يُرِيدُ إِتْلاَفَهَا أَتْلَفَهُ اللَّهُ

    “Barangsiapa berutang dan berniat dengan sungguh-sungguh akan melunasinya, maka Allah akan melunaskan utangnya itu (memberikan sebab-sebab pelunasan utangnya tersebut). Namun barang siapa berutang dan ia tidak berniat melunasinya, maka Allah akan hancurkan ia.” (HR. Bukhari)

    Selanjutnya, menjadi sebab kebaikan bagi orang lain tentu adalah perkara yang sangat dianjurkan dalam agama. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda;

    خَيْرُ النَّاسِ أَنْفَعُهُمْ لِلنَّاسِ

    “Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya.”. (HR. Thabraani)

    Tentu banyak cara yang dapat dilakukan untuk menjadi orang yang bermanfaat diantaranya adalah melunasi utang seorang, baik orang yang berutang itu masih hidup atau telah meninggal. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda;

    من نفس عن غريمه أو محا عنه كان في ظل العرش يوم القيامة

    ،Barangsiapa yang memberi kelonggaran kepada pihak yang berutang kepadanya atau memutihkan utangnya itu, maka sungguh kelak di hari kiamat dia akan berada dalam naungan arsy Allah.”. (HR. Ahmad)

    وَمَنْ يَسَّرَ عَلَى مُعْسِرٍ يَسَّرَ اللَّهُ عَلَيْهِ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ

    “Barangsiapa meringankan utang saudaranya yang sukar untuk melunasinya, maka Allah akan memudahkan urusannya di dunia dan di akhirat.”. (HR. Muslim)

    Bila kabar gembira ini dinyatakan kepada si pemberi utang, maka demikianlah juga dinyatakan kepada ahli warisnya ketika si pemberi utang telah wafat dan haknya itu belum tertunaikan.

    Ketika ahli warisnya memutihkan utang tersebut dengan niat berbuat bakti kepada orang tuanya yang telah meninggal (misalnya, sebagai pemberi utang) dan berniat berbuat kebaikan kepada orang yang berutang; maka niscaya dengan itu ia akan mendapat pahala berbakti kepada kedua orang tua dan pahala membantu orang yang kesukaran.

    Bagaimana caranya ?. Caranya adalah dengan mendatangi keluarga orang yang berutang (ahli warisnya) dan menyatakan kepada mereka secara santun bahwa kerabatnya memiliki utang yang belum dilunasi dan dengan ini kami nyatakan lunas. Dan barangsiapa yang berbuat kebaikan lebih, maka Allah pun akan melebihkan balasan baik kepada mereka. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda pada kelanjutan hadits riwayat Muslim yang telah disebutkan sebelumnya ;

    وَاللهُ فِي عَوْنِ الْعَبْدِ مَا كَانَ الْعَبْدُ فِي عَوْنِ أَخِيهِ

    “Allah akan senantiasa menolong hamba, selama hamba itu menolong saudaranya.”.  

    Wallahu a’lam bis shawaab  

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here