Pertanyaan :

Apa hukum memberi laqab (gelar) “haji” kepada seorang yang telah melaksanakan ibadah haji ?

Jawaban :

Menyematkan laqab kepada seseorang dengan laqab yang disenanginya (baik) adalah hal yang disenangi dalam agama. Imam Nawawi rahimahullah berkata;

اتفق العلماء على تحريم تلقيب الإنسان بما يكره سواء كان صفة له أو لأبيه أو لأمه، واتفقوا على جواز ذكره بذلك على جهة التعريف لمن لا يعرفه إلا بذلك، واتفقوا على استحباب اللقب الذي يحبه صاحبه . انتهى

Para ulama sepakat menyatakan haramnya menggelari seorang dengan gelar yang tidak disenanginya, baik gelar itu berupa sifat yang disematkan pada dirinya atau kedua orang tuanya. Para ulama juga sepakat menyatakan bolehnya menggelari seorang dengan laqab tertentu untuk mengenalkannya, dimana ia tidak dikenal kecuali dengan laqab itu. Para ulama pun telah sepakat menyatakan disenanginya menggelari seorang dengan laqab yang ia sukai. (Lihat Al Majmu’; 8/441)

Dari keterangan ini disimpulkan bahwa menggelari seorang yang telah melaksanakan ibadah haji dengan panggilan “haji” adalah perkara yang tidak mengapa selama hal itu tidak dikhawatirkan akan menjadikannya riya atau sombong dengan penyematan laqab tersebut kepadanya. Imam Nawawi rahimahullah berkata :

يَجُوزُ أَنْ يُقَالَ لِمَنْ حَجَّ حَاجٌّ بَعْدَ تَحَلُّلِهِ وَلَوْ بَعْدَ سِنِينَ وَبَعْدَ وَفَاتِهِ أَيْضًا وَلَا كَرَاهَةَ فِي ذَلِكَ

“Boleh menyematkan gelar “haji” kepada seorang yang telah melaksanakan haji bahkan meski ia telah melaksanakannya dua tahun yang lalu atau bahkan meski ia telah meninggal sekalipun. Hukum hal tersebut tidaklah makruh.”. (Al Majmu’; 8/281)

 

Wallahu a’lam bis shawaab

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here