Mengangkat Orang Luar Untuk Menjadi Wali Nikah

Pertanyaan :

Bismillah. Pertanyaan saya adalah : Bolehkah menikahkan anak mengambil orang luar/ Kyai /orang  yang ditokohkan, untuk menikahkan anak tersebut ?. Terima kasih atas penjelasannya. Wassalam.

Jawaban :

Satu diantara syarat sahnya nikah adalah adanya wali dari pihak wanita. Urutan wali wanita itu adalah sebagai berikut :

  1. Ayahnya
  2. Kakeknya dari pihak ayah ke atas
  3. Anak laki-lakinya dan seterusnya ke bawah
  4. Saudara laki-laki kandung
  5. Saudara laki-laki sebapak
  6. Anak laki-laki saudara laki-laki kandung
  7. Anak laki-laki saudara laki-laki sebapak
  8. Saudara laki-laki kandung ayahnya (paman dari pihak ayah)
  9. Saudara laki-laki sebapak ayahnya
  10. Anak dari saudara laki-laki kandung ayah
  11. Anak dari saudara laki-laki sebapak ayahnya.

Karena masing-masing dari wali tersebut memiliki hak perwalian itu, maka juga merupakan haknya untuk mewakilkannya kepada orang tertentu dan wakil tersebutlah yang lebih berhak untuk menikahkan sang wanita daripada wali yang berada pada urutan selanjutnya. Contoh; seorang ayah meminta kesediaan kiyai Fulan untuk menikahkan anak wanitanya. Maka yang menjadi walinya adalah Kiyai Fulan tersebut, dan –tentu- pernikahan itu dinyatakan sah.

Jika seluruh wali atau yang diwakilkan tidak ada, maka ketika itu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda :

إِنَّ السُّلْطَانَ وَلِيُّ مَنْ لَا وَلِيَّ لَهُ

“Pemimpin (hakim) itu adalah wali bagi mereka yang tidak memiliki wali.”. (HR. Ahmad).

Kesimpulan :

Boleh bagi seorang wali mewakilkan pernikahan anaknya ke orang lain.

Wallahu ‘alam bis shawaab

You may also like...

%d bloggers like this: