Pertanyaan :

Bismillah … ustadz semoga dirahmati Allah subhanahu wata’ala. Ustadz mohon minta solusinya, bolehkah istri minta menggugat cerai suaminya dikarenakan suaminya kepergok sedang “jajan” ke perempuan lain di hotel, dan itu sudah berulang kali dilakukannya, sementara istrinya juga sudah pernah memaafkannya, tapi berulang sehingga ketahuan oleh mata kepala sendiri. Syukuran jazakalloh khairan katsiran atas jawabannya.

Jawaban :

Sebagaimana suami boleh mentalak istri karena perkara yang tidak bisa diterimanya dari sang istri, mungkin karena cacat yang sebelumnya tidak diinformasikan kepadanya atau karena akhlak sang istri yang ternyata buruk dan tidak disenanginya; maka demikian pula sang istri, pun memiliki hak untuk menggugat cerai dengan alasan yang telah disebutkan.

Seorang pernah bertanya kepada Syaikh Muhammad bin Sholeh ‘Utsaimiin rahimahullah, -kurang lebih pertanyaannya- “Bagaimana hukum seorang wanita yang mengajukan gugatan cerai kepada suaminya karena sering mengkonsumsi (kecanduan) narkoba?.”. Beliau menjawab;

طلب المرأة من زوجها المدمن على المخدرات الطلاق جائز، لأن حال زوجها غير مرضية … وإذا أمكن بقاؤها معه لتصلح من حاله بالنصيحة فهذا خير

“Boleh saja ia mengajukan gugatan cerai tersebut, karena keadaan suaminya itu tidak menguntungkannya (merugikannya) … Namun jika ia mampu bersabar bersamanya dan terus menasehatinya agar kembali ke jalan yang benar, maka hal tersebut adalah lebih baik.”.

Hal lain yang perlu diketahui bahwa baik talak maupun gugatan talak dari wanita kepada suaminya (khulu’) adalah merupakan solusi terakhir yang diberikan agama jika kehidupan berumah tangga tidak lagi mungkin untuk dipertahankan atau jika dengan meneruskan perkawinan tersebut, seorang –suami atau istri atau keduanya- tidak dapat menjalankan syariat agama secara baik.

Adapun jika talak itu dilakukan tanpa sebab yang dibenarkan, demikian juga khulu’, maka hal tersebut sangat dicela di dalam agama, bahkan sebagian ulama mengharamkannya;

Tentang penjatuhan talak tanpa sebab, Ibnu Qudamah rahimahullah berkata;

و مكروه : وهو الطلاق من غير حاجة إليه. وقال القاضي فيه روايتان إحداهما : أنه محرم لأنه ضرر بنفسه وزوجته وإعدام للمصلحة الحاصلة لهما من غير حاجة إليه فكان حراما كإتلاف المال؛ ولقول النبي صلى الله عليه وسلم:  لا ضرر ولا ضرار

“Merupakan hal yang dimakruhkan jika seorang laki-laki mentalak istrinya tanpa sebab. Dalam satu dari dua riwayatnya, Al Qaadhi berkata; hal itu adalah haram karena berdampak buruk bagi dirinya dan bagi istrinya; dan karena hal itu berarti sengaja merusak maslahat (kebaikan) bagi mereka berdua dari pernikahan mereka itu, olehnya hukumnya adalah haram, sama seperti seorang yang sengaja menghancurkan hartanya yang bermanfaat. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda; “Tidak boleh merusak diri sendiri dan tidak pula diperbolehkan bagi seseorang menjadi sebab timbulnya kerusakan bagi selainnya.”. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda;

أيما امرأة سألت زوجها الطلاق من غير ما بأس فحرام عليها رائحة الجنة

“Siapa saja wanita yang mengajukan gugatan cerai kepada suaminya tanpa sebab, maka sungguh, haram baginya bau syurga.”. (HR. Abu Daud dan dishahihkan oleh Syaikh Al Baani)

 

Wallahu a’lam bis shawaab

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here